Tuesday, July 7, 2026
HomeDaerahUngkap Misteri Kematian Mang Colik, Reskrim Polres Klungkung Periksa 13 Saksi. Keluarga...

Ungkap Misteri Kematian Mang Colik, Reskrim Polres Klungkung Periksa 13 Saksi. Keluarga Gelar Pecaruan di TKP

NARASIBALI.COM, SEMARAPURA Aparat sat reskrim Polres Klungkung all out ekstra keras  terus melakukan penyelidikan disemua celah yang ada untuk mengungkap misteri  penyebab kematian I Nyoman Cita (50) alias Komang  Colik, warga Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, yang ditemukan meninggal dengan kondisi luka tusukan diperut di aliran Sungai Bubuh.

Sabtu  (4/7/2026), garis polisi masih terpasang di lokasi yang berada di jalur menuju Perumahan Pesona Lepang .Pada Senin(7/7/2026) pihak keluarga almarhum Nyoman Cita alias Kolik gelar pecaruan dilokasi meninggalnya  dikawasan Pesona Lepang di sungai Bubuh. Di titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban  terlihat masih hidup, keluarga juga sebelumnya  juga sempat menghaturkan banten pengulapan.

Menurut Buda Ana,adik korban mengatakan Senin (6/7/2026), pecaruan digelar agar misteri siapa pembunuh kakaknya bisa cepat terungkap. ” Saya serahkan proses pengungkapannya sepenuhnya pada jajaran Polres Klungkung,dengan harapan misteri siapa pembunuh kakak saya bisa cepat terungkap ,” ungkapnya.

Pengakuan Warga sekitar menyatakan korban sekali pernah dilihat ke lokasi tersebut bersama seorang teman. Tidak diketahui aktivitas pasti, apakah mandi ditempat itu, atau hanya bertemu sekedar ngobrol di pinggir jalan.

 “Pak Man Colik pernah sekali saya lihat bersama temannya di lokasi tersebut,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, lokasi tempat korban biasa mandi bukan merupakan pemandian umum. Tempat itu berada di tepi jalan menuju Perumahan Pesona Lepang, namun tidak terlihat dari jalan karena tertutup semak dan rumpun bambu. Kedalaman air di lokasi tersebut juga hanya sekitar di atas lutut orang dewasa. “Tempat ini bukan pemandian umum.Biasanya hanya dipakai Pak Man Colik, sedangkan warga umumnya mandi di bagian utara sungai,” katanya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Klungkung, AKP Reno Chandra Wibowo, mengatakan penyidik masih terus mengumpulkan alat bukti. Selain menyisir alur Sungai Bubuh, polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik. 

“Tim kami sudah menelusuri CCTV di sekitar Bypass Ida Bagus Mantra dan sekitarnya. Kami mencari petunjuk,” kata Reno.

Polisi juga mendalami informasi hilangnya perhiasan emas milik korban yang diperkirakan memiliki berat sekitar 70 gram. Untuk itu, tim penyidik turut melakukan penelusuran ke sejumlah pedagang maupun toko jual-beli emas.  “Tim kami semua turun. Ada juga yang melakukan penelusuran ke pedagang atau toko jual-beli emas,” ujarnya.

Adik kandung korban I Ketut Buda Ana mengatakan, keluarga berencana mengabenkan jenazah. Namun, status kematian korban yang diduga tidak wajar membuat keluarga harus lebih dulu berkonsultasi dengan prajuru desa adat karena menyangkut kasus salah pati diadat Bali.

Kami rencananya akan ngaben. Tapi karena meninggalnya diduga salah pati, kami masih meminta petunjuk desa adat apakah bisa langsung diaben atau harus melalui tahapan lain. Apa pun keputusannya nanti, kami akan mengikuti aturan adat,” ujarnya.

Selain itu, pelaksanaan pemakaman atau ngaben juga belum bisa segera dilakukan karena di banjar setempat masih berlangsung upacara adat. 

“Jenazah masih dititipkan di RSUD Klungkung. Kami akan rembuk keluarga dulu untuk menentukan rencana pemakamannya,” katanya.

Sementara terkait hasil autopsi, Buda Ana mengaku keluarga hanya menerima penjelasan secara umum. Informasi yang diterima menyebutkan adanya luka akibat tusukan senjata tajam pada tubuh korban, sedangkan hasil pemeriksaan forensik secara lengkap dan detail masih menjadi kewenangan penyidik dan tim dokter.

“Kami hanya disampaikan secara resmi, bahwa ada luka tusukan senjata tajam. Untuk hasil autopsi yang lebih detail, itu menjadi kewenangan polisi dan dokter,” katanya.

Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku di balik kematian Nyoman Cita. Menurut mereka, kondisi korban saat ditemukan menunjukkan adanya dugaan kuat tindak pidana.

“Kami berharap kasus ini cepat terungkap. Kami meyakini kematian saudara kami tidak wajar dan berharap pelakunya segera ditemukan,” ujar Buda Ana. 

Sementara Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menyatakan bahwa hasil Otopsi jenazah Nyoman Cita alias Mang Colik masih dijemput Humas Polres Klungkung ke RSUP Sanglah.

Apa hasil otopsi secara spesifik nelum bisa diberitakan karena sementara masih diambil.Sedangkan terkait perkembangan kasusnya Cita alias Colik belum ada karena pihak kepolisian  masih melakukan penyelidikan.

” yang jelas pihak kepolisian sudah memeriksa sebanyak 13 saksi.Kemarin ditemukan sandal sebelah kanan dan celana dalam yang diduga milik korban.sampai saat ini  kasusnya masih dalam penyelidikan,” ungkapnya. sug/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular

Recent Comments