NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Kematian akibat digulung ombak besar yang datang tiba tiba,menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Pinggan, Kintamani, Bangli, I Nengah Rima (60) dan Ni Nyoman Simpen (55) yang meninggal tersapu ombak ganas Jumat (28/8/2026) kemarin sekitar pukul 8.20 Wita.
Menurut Penglingsir Pura Goa lawah Putu Juliadi ditemui dilokasi kejadian di kawasan rest area dekat Pura Goalawah Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Sabtu (29/8/2026) menyatakan bahwa ombak yang menyapu pasutri asal Pinggan,Kintamani ini digulung ombak “Sangulih”.
“Ombak Sangulih ini adalah ombak yang datang tiba tiba yang datang dari arah kiri,kanan dan langsung menggulung korban dan menariknya kedasar laut. Biasanya orang yang digulung ombak ini dipastikan oleh warga sekitar wilayah ini bakal tidak bisa selamat,” ungkapnya seraya menunjuk pesisir rest area.
Ditambahkanya,bahwa dirinya sebagai umat yang percaya akan kebesaran ide Hyang widi ,sebaiknya warga siapapun yang punya hajatan lewat didepan Pura Goalawah agar menghaturkan canang untuk mohon keselamatan.
Terkait musibah pasutri ini, Kapolsek Dawan, AKP I Ketut Nariawan menyebutkan musibah terseret arus laut tersebut. kejadian bermula saat korban bersama rombongan keluarga asal Banjar Dinas Liligundi, Bebandem, Karangasem dalam perjalanan menuju wilayah Sakah, Gianyar untuk menghadiri acara akad nikah.
Dalam perjalanan, rombongan memilih beristirahat dan mampir sarapan di Rest Area Goa Lawah. Saat itu, korban yang memiliki riwayat sakit kulit di bagian kaki berinisiatif turun ke tepi pantai untuk membasuh kakinya dengan air laut.
“Niat membasuh kaki, tiba-tiba gelombang air laut membesar dan langsung menyapu serta menyeret kedua korban ke tengah laut,” ujar AKP I Ketut Nariawan.
Melihat kejadian itu, keponakan korban I Komang Agus Putrawan (37), bersama anak kandung korban, I Kadek Agus Karma Yasa (32), berusaha memberikan pertolongan. Namun, derasnya gulungan ombak membuat aksi penyelamatan gagal dan kedua saksi ikut tergerus sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri ke tepi pantai dalam kondisi lemas.
Sementara itu ditemui dilokasi rest area dua orang penolong korban pasutri tersebut yaitu Wayan Tatek 33, BrTimbul Sukahati, Desa Pesinggahan dan Komang Apel 49 Br Sutreyase, Desa Pesinggahan menyatakan rasa herannya dengan tragedi yang dialami pasutri yang meninggal itu.
Namun hikmah positif yang dialami oleh penolong Wayan Tatek menyatakan tadi pagi sekitar pukul 4 pagi Sabtu (29/8/2026), dimana saat dia pergi melaut mencari ikan entah mujizat apa yang terjadi dimana jaringnya berhasil menangkap ikan cukup lumayan banyak.
“Ketika saya hitung ada sekitar 150 ekor ikan berhasil saya tangkap. Astungkare setelah saya bawa kedagang pengepul terjual semua sekitar Rp 3,750 ribu dengan harga perekor sekitar Rp 25 rbu,” ungkapnya. roni/nbc




