
NARASIBALI.COM, DENPASAR – Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) KPwBI Provinsi Bali, Renold Asri ketika membuka Capacity Building yang berlangsung dari 1 hingga Oktober 2026 di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur mengatakan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat- terutama di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) – yang belum memahami tugas utama bank sentral secara tepat.
”Dalam diskusi langsung dengan masyarakat, kami masih sering menemukan pemahaman yang kurang tepat. Ada yang mengira di Bank Indonesia bisa mengajukan kredit bunga murah, ada yang mengira BCA lebih besar dari BI, bahkan ada yang masih menyangka tugas pengawasan perbankan masih di BI, padahal sudah lama beralih ke OJK,” ujar Renold saat membuka acara tersebut, Jumat (2/10/2026.
Menjaga Kedaulatan Rupiah dan Pelajaran Kasus Sipadan-Ligitan
Guna mengatasi minimnya literasi tersebut, BI gencar menggelar program sosialisasi, salah satunya melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke wilayah pelosok dan perbatasan. Renold menegaskan, keberadaan dan penggunaan Rupiah di seluruh pelosok Nusantara bukan sekadar transaksi ekonomi, melainkan fondasi kedaulatan negara.
Ia mencontohkan pelajaran berharga dari lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia di Mahkamah Internasional. Salah satu bukti yang memberatkan posisi Indonesia saat itu adalah dominasi penggunaan mata uang Ringgit oleh warga setempat dalam kehidupan sehari-hari, meski mereka berstatus warga negara Indonesia.
”Kasus Sipadan dan Ligitan menjadi pengingat penting bagi kita. Salah satu pertimbangan Mahkamah Internasional saat itu adalah tingginya penggunaan Ringgit di kawasan tersebut. Oleh karena itu, menjaga edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah adalah bentuk nyata kita dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tegas Renold.
Kolaborasi Media untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Renold menggarisbawahi bahwa berdasarkan undang-undang yang baru, amanat Bank Indonesia tidak hanya mencakup pemeliharaan kestabilan nilai Rupiah, makroprudensial, dan sistem pembayaran, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk mencapai target tersebut, peran media massa menjadi sangat vital dalam menyebarkan informasi ekonomi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada publik.
”Kami tidak bisa berjalan sendiri. BI membutuhkan sinergi dan bantuan dari rekan-rekan media untuk menyampaikan berita-berita positif dan komprehensif mengenai perekonomian sesuai kondisi riil. Narasi positif dari media akan membangun optimisme pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Jurnalis Dibekali Strategi Narasi Ekonomi di Era Digital
Dalam Capacity Building ini, sobat media juga mendapatkan pembekalan jurnalistik dengan tema “Navigasi Jurnalistik Ekonomi Bali: Memodelkan Narasi Quality Tourism, Ekonomi Kreatif dan Digitalisasi Keuangan Daerah dengan Generative Engine Optimization (GEO)”.
BI Bali menghadirkan dua pembicara dari Bisnis Indonesia, yakni Didit Ahendra, GM Teknologi Informasi Bisnis Indonesia, dan Emmanuel B. Caesario, GM Konten Bisnis Indonesia.
Pembekalan tidak hanya membahas literasi ekonomi, tetapi juga perkembangan teknologi dan strategi pemberitaan di era mesin pencari berbasis kecerdasan buatan yang platform AI global. Media didorong mampu mengemas isu ekonomi Bali secara lebih kontekstual, informatif, dan mudah ditemukan masyarakat melalui ekosistem digital.
Program tahunan BI Bali ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan BI dengan media sekaligus meningkatkan kapasitas jurnalis dalam memahami dan menyampaikan isu ekonomi secara lebih mendalam di tengah perubahan lanskap informasi digital.

Kunjungan ke Kantor Kerja Bersama BI di IKN
Selain pembekalan literasi ekonomi dan teknik pemberitaan, rangkaian kegiatan Capacity Building ini juga melakukan kunjungan lapangan ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sobat Media akan diajak melihat langsung Kantor Sekretariat Kerja Bersama Bank Indonesia di IKN yang telah beroperasi dengan sistem pergantian (rolling) pegawai dari pusat secara berkala. Selain itu, peserta juga akan meninjau progres pembangunan Gedung Kompleks Perkantoran BI di IKN yang ditargetkan beroperasi secara penuh pada tahun 2028. tha/nbc




