Tuesday, November 3, 2026
HomeBerita UtamaOJK Bali Gelar 157 Run, Dekatkan Literasi dan Inklusi Keuangan ke Masyarakat

OJK Bali Gelar 157 Run, Dekatkan Literasi dan Inklusi Keuangan ke Masyarakat

Penyerahan hadeiah kepada pemenang lomba OJK 157 Run. Sumber Foto: hms/nbc

NARASIBALI.COM, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bekerja sama dengan industri jasa keuangan menggelar 157 Run yang dilepas Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra di depan Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Minggu (1/11/2026).

Kepala OJK Provinsi Bali Parjiman menjelaskan kegiatan 157 Run merupakan salah satu upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

OJK 157 Run juga dirangkaikan dengan pasar murah yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal. “Selain itu, kita juga memfasilitasi UMKM binaan dalam kegiatan pasar murah. Ini tentunya akan sangat membantu kemajuan UMKM kita,” ungkapnya.

Sekda Dewa Indra mengapresiasi penyelenggaraan 157 Run sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan. Menurutnya, kegiatan olahraga merupakan sarana yang efektif untuk menyosialisasikan berbagai program kepada masyarakat, termasuk meningkatkan pemahaman terhadap produk dan layanan sektor keuangan.

Sekda Dewa Indra menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga keuangan dalam memperkuat industri jasa keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Ia menilai sektor keuangan memiliki kompleksitas tinggi sehingga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Peserta dari berbagai lembaga keuangan tak hanya bergabung di sini secara fisik, tetapi membangun kolaborasi. Karena industri keuangan adalah sektor yang kompleks dan sangat membutuhkan kolaborasi dan kepatuhan regulasi,” ujarnya.

Terkait perkembangan inklusi keuangan di Bali, Sekda Dewa Indra menyampaikan bahwa capaian yang diraih sejauh ini tergolong baik. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dukungan regulasi serta peran aktif seluruh pelaku industri jasa keuangan. “Dengan regulasi yang ada dan dukungan seluruh pelaku industri keuangan, capaian kita cukup bagus,” ungkapnya.

Sekda Dewa Indra menegaskan bahwa inklusi keuangan memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Namun, peningkatan akses tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi agar masyarakat memahami manfaat, kegunaan, serta risiko dari setiap produk keuangan yang digunakan.

“Selain tahu tentang produknya, masyarakat juga harus paham kegunaan dan juga risiko. Ini penting agar masyarakat tak dirugikan,” terangnya.

Sekda Dewa Indra juga menyambut baik penyelenggaraan Pasar Murah–Pekenan Bulan Inklusi Keuangan yang diinisiasi OJK Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kampanye literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga mendukung upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. tha/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular

Recent Comments