NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Berawal dari kebutuhan pembelajaran di kelas, guru SD Negeri 1 Semarapura Kangin mengembangkan media interaktif berbasis web yang memadukan kegiatan membaca dengan literasi budaya, finansial, dan digital.
Upaya menghadirkan pembelajaran literasi yang menarik dan bermakna terus dikembangkan oleh pendidik di Kabupaten Klungkung, Bali. Salah satunya dilakukan Anida Fajriani, S.Pd.SD.,M.Pd., guru SD Negeri 1 Semarapura Kangin, melalui pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis web bernama Kampung Cerita Digital.
Media ini dikembangkan untuk membantu murid memahami bacaan melalui pengalaman belajar yang lebih beragam. Kegiatan membaca dipadukan dengan ilustrasi, penelusuran kosakata, eksplorasi budaya, aktivitas pemecahan masalah, serta kuis interaktif yang dekat dengan kehidupan anak.
“Kampung Cerita Digital berangkat dari kebutuhan yang saya temukan di kelas. Saya ingin anak-anak menikmati kegiatan membaca sekaligus memahami dan menghubungkan isi bacaan dengan kehidupan mereka. Ketika media ini juga digunakan di sekolah lain, saya mendapat kesempatan untuk belajar dari pengalaman rekan guru dan terus menyempurnakannya. Harapan saya, karya ini dapat membantu lebih banyak guru menghadirkan pembelajaran literasi yang menarik dan bermakna,” ujar Anida Fajriani, Rabu (4/11/2026).
Integrasi Multiliterasi dalam Media Pembelajaran Interaktif
Kampung Cerita Digital memadukan literasi baca tulis, budaya, finansial, dan digital dalam satu media pembelajaran interaktif. Melalui bacaan, ilustrasi, permainan, dan kuis yang saling berkaitan, murid diajak memahami informasi, berpikir kritis, mengambil keputusan, serta menyampaikan pendapat. Keunggulannya terletak pada keragaman aktivitas dalam satu media yang mudah dijelajahi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Perpaduan tersebut membuat pembelajaran lebih menarik sekaligus memberi ruang bagi guru untuk menyesuaikan kegiatan dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan murid.
Efektivitas Media, Kontribusi Ilmiah, dan Dampak Pengimbasan Praktik Baik
Kampung Cerita Digital telah teruji meningkatkan kemampuan membaca pemahaman murid kelas V di SDN 1 Semarapura Kangin. Hasil tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, dan menjadi rujukan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran interaktif.
Selain capaian akademis, pengamatan selama pembelajaran menunjukkan respon positif berupa keaktifan murid dalam membaca, menjawab pertanyaan, dan berdiskusi. Keragaman cerita dan aktivitas turut mendorong ketertarikan murid untuk menjelajahi bahan bacaan.
Pengembangan dan pemanfaatan media ini juga dibagikan melalui pengimbasan kepada rekan pendidik dan sekolah mitra. Kegiatan tersebut membuka ruang pertukaran pengalaman, kolaborasi, serta masukan untuk penyempurnaan media.
Berangkat dari kebutuhan murid di SD Negeri 1 Semarapura Kangin, Kampung Cerita Digital berkembang menjadi praktik inovasi yang menghubungkan penelitian, penerapan di kelas, dan pengembangan profesional pendidik.
Manfaat Kampung Cerita Digital telah menjangkau berbagai sekolah di luar SDN 1 Semarapura Kangin. Melalui pengimbasan dan implementasi, pemanfaatannya meluas ke empat kecamatan di Kabupaten Klungkung, sejumlah kabupaten lain di Bali, hingga luar Provinsi Bali, termasuk Jawa Tengah. Kegiatan ini mencakup pengenalan media, danpenerapan langsung dalam pembelajaran.
“Kami mengapresiasi inisiatif Ibu Anida dalam mengembangkan Kampung Cerita Digital dan membagikan praktik baiknya kepada sekolah lain. Inovasi yang berangkat dari kebutuhan murid ini menunjukkan bahwa pengalaman di ruang kelas dapat menjadi sumber pengembangan pembelajaran. Kami berharap langkah ini mendorong semakin banyak guru untuk berkarya, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi sesuai kebutuhan belajar murid,” tutur Ibu Anak Agung Istri Inten Sukma Pratiwi kepala SD Negeri 1 Semarapura Kangin.
Berdasarkan tanggapan guru dan murid di sekolah mitra, penggunaan media memberikan dampak positif yang nyata terhadap antusiasme dan keterlibatan murid di kelas. Perpaduan bacaan, visual, permainan, dan kuis interaktif menghadirkan pengalaman belajar baru, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V.
Murid lebih tertarik mengikuti kegiatan membaca, menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi dalam aktivitas pembelajaran. Pengimbasan ini sekaligus membuka ruang kolaborasi antarguru untuk berbagi pengalaman dan menyesuaikan pemanfaatan media dengan kondisi sekolah serta kebutuhan murid.
Dengan demikian, inovasi yang berawal dari SD Negeri 1 Semarapura Kangin berkembang menjadi praktik pembelajaran yang manfaatnya dirasakan lintas sekolah dan wilayah. roni/nbc




