NARASIBALI.COM, BADUNG – Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards bukan sekadar ajang seremonial, melainkan gerakan moral untuk menjaga agar pariwisata Bali tetap berjalan selaras dengan filosofi Tri Hita Karana, yaitu harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama dan alam.
Ketua Yayasan Tri Hita Karana, Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana menegaskan hal tersebut dalam Malam Penganugerahan THK Tourism Awards ke-25 di Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel, Kuta, Kabupaten Badung, Jumat, 9 Januari 2026.
Pengakuan UN-Tourism sejak 2015 disebut sebagai legitimasi internasional bahwa Tri Hita Karana merupakan solusi universal dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Memasuki Jubelium Perak (25 tahun), THK Awards membawa visi baru dengan menggandeng Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Bali untuk menyambut era Wellness Tourism. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan standar keamanan wisata.
“Masyarakat perhotelan adalah yang pertama di TKP. Jika wisatawan mengalami insiden, respons harus cepat. Kita ingin wellness tourism di Bali berakar pada standar keamanan tinggi,” tegas Wisnu Wardana.
Pada tahun ini, THK Tourism Awards menghadirkan empat kategori utama, yakni THK-Innovation Awards, THK-PR Awards, THK Awards and Accreditation, serta Lifetime Achievement Awards dan THK-CSR Awards.
Sebagai bentuk pelestarian budaya, panitia juga tengah mempersiapkan kembalinya THK-Melapa-Melapi Awards pada tahun mendatang.
“Ini adalah wujud penghormatan bagi para Chef yang menjaga cita rasa warisan leluhur agar tetap bertahta di meja perjamuan dunia,” ujarnya.
Tahun 2025 tercatat 70 hotel dan Daya Tarik Wisata (DTW) terdaftar dalam ajang ini. Menurut Wisnu Wardana, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai Tri Hita Karana tetap menjadi kompas spiritual di tengah arus modernisasi industri pariwisata.
“Hal ini membuktikan bahwa ditengah arus modernisasi yang menderu, Tri Hita Karana tetap menjadi Kompas Spiritual bagi para pelaku industri di Bali. Lebih dari 500 akreditasi selama 25 tahun adalah bukti cinta kita pada tanah ini,” paparnya.
Pada kesempatan tersebut, panitia juga menganugerahkan Lifetime Achievement Awards kepada 14 hotel yang dinilai konsisten menerapkan prinsip Tri Hita Karana selama lebih dari dua dekade.
“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang, tapi meminjamnya dari anak cucu. Dengan Tri Hita Karana, Bali adalah sebuah doa yang hidup,” kata Wisnu Wardana.
Menariknya, terdapat 47 hotel dan DTW menerima THK Awards 2025 dengan berbagai tingkatan, mulai dari Silver hingga Super Platinum II, yang mencerminkan komitmen berkelanjutan terhadap pariwisata yang beretika dan ramah lingkungan.
Lima Perusahaan Raih THK CSR Awards 2025
Penghargaan bergengsi THK Corporate Social Responsibility (CSR) Awards 2025 diberikan kepada lima perusahaan yang dinilai berhasil memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami apresiasi khusus kepada para pemenang. Kelima perusahaan ini sukses menjaga keharmonisan antara bisnis pariwisata, alam dan manusia,” tegas Wisnu Wardana.
Adapun penerima THK CSR Awards 2025 adalah:
1. Discovery Kartika Plaza Hotel, melalui pembentukan UMKM bersama masyarakat sekitar untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
2. PT PLN Indonesia Power UBP Bali PLTDG Pesanggaran, dengan inovasi Hybrid Water Pump System dan pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Wana Kerta Lestari dalam konservasi Hutan Bambu Sandan.
3. PT PLN Indonesia Power UBP Bali PLTGU Pemaron, melalui program ketahanan pangan berbasis kearifan lokal dan konsep zero waste di Desa Bukti, Buleleng.
4. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), yang mendukung pertanian organik berkelanjutan di Subak Kedisan Kaja, Gianyar, dengan hasil panen padi organik mencapai 120 ton pada 2025.
5. Soulshine Bali, yang menggelontorkan dana CSR Rp506.790.500 untuk petani sekitar hotel, termasuk program kebersihan sungai dan pelestarian lahan sawah. red/nbc
#Tri Hita Karana
#THK Tourism Awards 2025
#Pariwisata Bali
#Wellness Tourism
#CSR Pariwisata




