Monday, January 12, 2026
HomeBerita UtamaMalam Anugerah 25 Tahun THK Tourism Awards, 47 Hotel/DTW Terima THK Awards...

Malam Anugerah 25 Tahun THK Tourism Awards, 47 Hotel/DTW Terima THK Awards Hingga 5 Perusahaan Raih THK CSR Awards

NARASIBALI.COM, BADUNG – Memasuki usia ke-25 tahun, Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards menegaskan pergeseran peran dari sekadar ajang apresiasi menjadi motor penggerak transformasi pariwisata Bali menuju standar global yang lebih aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada wellness tourism.

Pengakuan UN-Tourism sejak 2015 tidak hanya mengukuhkan THK Awards sebagai gerakan moral, tetapi juga memperkuat posisi Bali di mata dunia sebagai destinasi yang menempatkan harmoni manusia, alam, dan spiritualitas sebagai fondasi utama industri pariwisata.

Demikian ditegaskan Ketua Yayasan Tri Hita Karana, Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, dalam Malam Penganugerahan THK Tourism Awards di Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat, 9 Januari 2026.

Memasuki fase Jubelium Perak, THK Awards kini membawa visi baru dengan menggandeng Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Bali.

Kolaborasi ini menandai langkah serius THK dalam menjawab tuntutan era wellness tourism, khususnya dari aspek keselamatan dan kesiapsiagaan sumber daya manusia pariwisata.

Wisnu Wardana menegaskan bahwa kemampuan pertolongan pertama (first aid) bagi staf hotel bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan standar keamanan baru yang wajib dimiliki industri pariwisata Bali.

“Masyarakat perhotelan adalah yang pertama di TKP. Jika wisatawan mengalami insiden, respons harus cepat. Kita ingin wellness tourism di Bali berakar pada standar keamanan tinggi,” tegasnya.

Pada puncak penganugerahan THK Awards 2025, panitia memberikan penghargaan dalam empat kategori utama, yakni THK-Innovation Awards, THK-PR Awards, THK Awards and Accreditation serta Lifetime Achievement Awards dan THK-CSR Awards.

Rangkaian ini menegaskan konsistensi THK dalam mendorong inovasi, komunikasi publik, dan akreditasi berkelanjutan di sektor pariwisata.

Sebagai bagian dari komitmen pelestarian budaya, Yayasan Tri Hita Karana juga tengah mempersiapkan kembalinya THK-Melapa-Melapi Awards pada tahun mendatang.

“Ini adalah wujud penghormatan bagi para Chef yang menjaga cita rasa warisan leluhur agar tetap bertahta di meja perjamuan dunia,” kata Wisnu Wardana.

Antusiasme pelaku industri tercermin dari partisipasi 70 hotel dan daya tarik wisata (DTW) yang terdaftar pada tahun ini. Meski sebagian masih menjalani renovasi, keterlibatan mereka dinilai sebagai bukti bahwa nilai Tri Hita Karana tetap menjadi pedoman utama di tengah derasnya modernisasi pariwisata.

“Hal ini membuktikan bahwa ditengah arus modernisasi yang menderu, Tri Hita Karana tetap menjadi Kompas Spiritual bagi para pelaku industri di Bali. Lebih dari 500 akreditasi selama 25 tahun adalah bukti cinta kita pada tanah ini,” paparnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi jangka panjang, panitia menganugerahkan Lifetime Achievement Awards kepada 14 hotel yang dinilai setia menerapkan prinsip Tri Hita Karana selama lebih dari dua dekade.

“Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang, tapi meminjamnya dari anak cucu. Dengan Tri Hita Karana, Bali adalah sebuah doa yang hidup,” kata Wisnu Wardana.

Selain itu, sebanyak 47 hotel dan Daya Tarik Wisata (DTW) menerima THK Awards 2025 dengan berbagai tingkatan, mulai dari Silver hingga Super Platinum II, mencerminkan capaian berjenjang dalam penerapan nilai harmoni pariwisata.

Tak kalah strategis, lima perusahaan berhasil meraih penghargaan bergengsi kategori Corporate Social Responsibility (CSR) berkat kontribusi nyata mereka terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami apresiasi khusus kepada para pemenang. Kelima perusahaan ini sukses menjaga keharmonisan antara bisnis pariwisata, alam dan manusia,” tegasnya.

Kelima penerima THK CSR Awards 2025 tersebut adalah Discovery Kartika Plaza Hotel, PT PLN Indonesia Power UBP Bali PLTDG Pesanggaran, PT PLN Indonesia Power UBP Bali PLTGU Pemaron, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) serta Soulshine Bali.

Kelima perusahaan tersebut dinilai berhasil mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, konservasi lingkungan dan keberlanjutan ekonomi lokal.

 Kelima perusahaan penerima THK CSR Awards 2025 adalah:

1. Discovery Kartika Plaza Hotel Discovery Kartika Plaza Hotel (DKPH) tidak hanya berkomitmen terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga berdedikasi untuk menjaga keharmonisan dengan masyarakat sekitar. Bersama warga, DKPH membentuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.

2. PT PLN Indonesia Power UBP Bali PLTDG PesanggaranPT PLN Indonesia Power UBP Bali PLTDG Pesanggaran berinovasi membuat ‘Hybrid Water Pump System’ Pertama di Kabupaten Tabanan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat penjaga hutan. Melalui Program Pemberdayaan Petani di Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Kerta Lestari, perusahaan berhasil mengakselerasi upaya konservasi Hutan Bambu Sandan dengan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di sekitarnya.

3. PT PLN Indonesia Power UBP Bali PLTGU Pemaron sejak tahun 2023 melakukan program penguatan ketahanan pangan berbasis kearifan lokal dengan konsep zero waste. Pada tahun 2025, perusahaan bersama kelompok tani ternak (KTT) Kerta Winangun dan KWT (kelompok wanita tani) berhasil meningkatkan ketahanan pangan di Desa Bukti, Kubutambahan, Buleleng.

4. InJourney Tourism Development Corporation (ITDC)/PT Pengembangan Pariwisata IndonesiaITDC bersinergi dengan Petani Organik untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan dan Pariwisata Hijau. Lewat Program Tanggung Jawab Sosial dan lingkungan digelontorkan dana untuk pemberdayaan kelompok petani mandiri di wilayah Subak Kedisan Kaja (Br Kedisan Kaja, Tegallalang, Gianyar), sehingga menghasilkan padi organik 120 ton/ 22 hektar pada panen kedua tahun 2025.

5. SOULSHINE BALI Setahun (November 2024 – November 2025), Soulshine Bali menggelontorkan dana CSR sebesar Rp. 506.790.500 (lima ratus enam juta, tujuh ratus sembilan puluh ribu, lima ratus rupiah). Seluruhnya dimanfaatkan bagi petani sekitar hotel. Seperti pembuatan ‘trash boom’ (jaring sampah sungai) untuk kebersihan dan kelestarian sungai di Lod Tunduh, serta memberi insentif agar mereka tetap melestarikan lahan sawah, dimana hasil panen padi 100% dinikmati oleh pemilik/ petani tersebut. red/nbc

#THK Awards

#pariwisata Bali

#wellness tourism

#Tri Hita Karana

#CSR pariwisata

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -



Most Popular

Recent Comments