NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Pemkab Klungkung menggelontorkan bantuan dana sebesar Rp5 juta untuk setiap Sekaa Teruna Teruni (STT) yang membuat ogoh-ogoh pada rangkaian Hari Raya Nyepi tahun ini.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suetja, mengatakan bantuan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk meringankan beban biaya pembuatan ogoh-ogoh, tetapi juga sebagai upaya konkret menjaga keberlanjutan tradisi adat.
“Ini bentuk perhatian dan apresiasi Pemkab Klungkung terhadap kreativitas anak muda. Ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, tetapi juga bagian penting dari pelestarian adat dan budaya Bali,” ujar Suetja, Selasa (13/1/2026).
Namun demikian, hingga pertengahan Januari ini, jumlah STT yang mendaftar untuk menerima bantuan tersebut baru sekitar 33 STT.
Menurut Suteja, minimnya pendaftar disebabkan oleh beberapa desa adat yang STT-nya memutuskan untuk tidak membuat ogoh-ogoh tahun ini.
“Memang ada beberapa desa adat yang STT-nya memilih tidak membuat ogoh-ogoh. Karena itu kami ingin memastikan secara pasti, STT mana yang akan membuat ogoh-ogoh dan mana yang tidak,” jelasnya.
Untuk mendapatkan data yang akurat, Dinas Kebudayaan Klungkung dalam waktu dekat akan mengirimkan surat resmi kepada bendesa adat maupun perbekel di seluruh wilayah Klungkung.
“Nanti kami akan bersurat agar bendesa atau perbekel memastikan apakah STT-nya akan membuat ogoh-ogoh atau tidak, sehingga kami memiliki kepastian data,” tegas Suetja.
Ia berharap, paling lambat akhir Januari, seluruh data tersebut sudah terkumpul sehingga proses penyaluran bantuan dapat dilakukan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Lebih lanjut, Suetja pada tahun 2026, pemerintah daerah kembali berencana menggelar parade ogoh-ogoh sebagai kreativitas generasi muda sekaligus daya tarik budaya bagi masyarakat. sug/nbc




