
NARASIBALI.com, GIANYAR – Alumni Pendidikan Guru Agama Hindu Negeri (PGAHN) Denpasar akhirnya sepakat mewujudkan Peguyuban Tresna Asih Bali. Peguyuban ini nantinya diharapkan mampu memperkuat kebersamaan seluruh alumni ikut berpartispasi dalam pembangunan Bali, khususnya bidang sosial dan keagamaan.
Kesepakatan ini dicetuskan pada Temu Kangen atau Reuni yang dilaksanakan oleh perwakilan alumni PGAHN Denpasar di Subak Lantangidung, Desa Batuan, Sukawati, Gianyar, Minggu, 15 Februari 2026. Temu kangen juga dihadiri Penasehat I Wayan Madra dan I Wayan Ardana.
Pada kesepakatan ini perwakilan alumni yang hadir memberikan amanah atau tanggung kepengurusan dan menunjuk secara aklamasi I Wayan Supartha sebagai Ketua Umum. Sementara Sekretaris Umum dan Bendahara Umum dipercayakan kepada Ni Luh Gede Tehniadi dan Ni Wayan Budariati. Sementara Sekretaris I dan II masing-masing Desak Gunawati dan Ni Made Sulasih. Sementara Bendahara I dan II Ni Ketut Metri dan Ni Made Oka Wati. Sedangkan Pembina I Gede Rudia Adiputra dan Penasehat I Wayan Mandra dan I Wayan Ardana.
Struktur kepengurusan Peguyuban Tresna Asih Bali periode 2026-2030 juga dilengkapi dengan Ketua I dan II, I Made Sudana (Jero Mangku Eka) dan Gusti Putu Dirga. Sedangkan Bidang Dana, Promosi dan Sosial I Nyoman Mudita, I Wayan Bukti dan Guru Suamba. Sedangkan Bidang Infokomdigi I Nyoman Parna dan I Nyoman Narda.
Untuk Bidang Umum dipercayakan kepada I Made Sumendra, I Ketut Suja, I Made Suandira, I Wayan Roja dan I Nyoman Suprapta.
Pembentukan Peguyuban Tresna Asih menurut Ketua Umum I Wayan Supartha, merupakan cita-cita para alumni yang sejak lama dicetuskan namun belum bisa berjalan mulus. Karena merasa tanggung jawab moral dengan almataer dan menjadi kenang-kenangan, karena almataer yang telah melahirkan banyak alumni sudah berubah menjadi IHDN.
“Kami memiliki beban moral kalau peguyuban ini pembentukan tertunda terus. Apalagi inisiatornya Pak Gede Rudia Adiputra. Oleh sebab itu astungkara, pada temu kangen ini telah disepakati pembentukan dan pengisian struktur kepengurusan lengkap. Namun demikian kami juga tetap terbuka kepada alumni-alumni untuk bisa bergabung sehingga peguyuban ini milik bersama,” tegas Wayan Supartha yang juga alumni 86.
Selanjutnya, program awal peguyuban ini akan melaksanakan Tirtayatra, mohon doa restu kepada Hyang Maha Kuasa/ Ida Sanghyang Widhi Wasa agar segala tujuan yang dicapai bisa terwujud dan dilancarkan. “Mungkin tirtayatra akan kita laksanakan setelah Hari Raya Suci Nyepi,” tegas Supartha didampingi Sekretaris Umum Luh Gede Tehniadi.
Dijelaskan Supartha, peguyuban ini nantinya juga akan dibuatkan akta, agar semua Kegiatan yang dilaksanakan memiliki keabsahan, apalagi peguyuban ini nantinya mendukung dan membantu program pemerintah memberikan literasi atau pencerahan kepada umat di tengah deras Informasi seiring dengan perkembangan teknologi yang membanjiri masyarakat atau umat Hindu. “Ini penting kita lakukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.
Atas dukungan Pembina dan penasehat, Wayan Supartha berharap kepada seluruh alumni PAGAHN Denpasar bisa bergabung bersama-sama Dalam peguyuban. “Kita sudah satu keluarga besar alumni, tentunya tidak ada lagi sekat yang membedakan diri kita,” jelasnya.
Kegiatan temu kangen/ reuni juga diisi dengan berbagai lomba diantaranya goyang balon, goyang terong dan lomba karaoke. Suasana sangat akrab, dinamis dan penuh canda tawa. “Temu kangen iini sangat bermanfaat bagi kita sesama alumni. Saya sangat mendukung dan bisa berpartisipasi dalam setiap Kegiatan,” tegas Jero Mangku Eka semangat. tha/nbc




