NARASIBALI.COM, DENPASAR – Guna meningkatkan daya saing menuju Go Export, sebanyak 45 Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) yang masuk seleksisebelum terpilih, mengikuti program pendampingan dalam satu tahun ke depan melalui Onboarding UMKM Rahayu (Rintis, Akselerasi, Hebatkan Daya Saing UMKM) yang digelar oleh Bank Indonesia selama 2 hari di The Meru Sanur dibuka Asisten Perekonimian dan Pembangunan Setda Bali DR. Drh.Luh Ayu Aryani, M.P mewakili Sekda Bali di The Meru Sanur, Kamis, 9 April 2026.
Untuk UMKM yang lolos kurasi dan bermitra dengan Bank Indonesia, mereka akan diberikan pendampingan secara end to end dan akan diikutkan dalam boot camp export. Melalui Onboarding UMKM Rahayu 2026dengan pendampingan yang dilakukan, para pelaku UMKM juga diharapkan mampu meningkatkan penjualan ekspor.
Deputi Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan mengatakan, Bank Indonesia secara konsisten mendukung pengembangan UMKM di Bali. Melalui Onboarding UMKM, para pengusaha skala kecil menengah juga dapat meningkatkan penjualan.
“Sampai saat ini, UMKM yang bergerak di bidang konsumsi rumah tangga berkontribusi 50 persen terhadap peningkatan ekonomi Bali,” kata Ronald.
Dirinya melihat, dengan kemampuan bertahan dan peningkatan kapasitas yang stabil, kehadiran UMKM membawa dampak berantai yang linier dengan penyerapan tenaga kerja. Bank Indonesia, kata Ronald, secara konsisten melakukan pengembangan UMKM untuk mendukung stabilitas harga sekaligus mencapai sasaran inflasi nasional.
“Untuk mencapai tujuan tersebut, pembinaan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia mencakup UMKM ekspor, UMKM hijau, desa wisata dan ekonomi syariah,” jelasnya.
Onboarding UMKM Rahayu (Rintis, Akselerasi, Hebatkan Daya Saing UMKM) yang digelar oleh Bank Indonesia merupakan kegiatan terstruktur untuk membantu UMKM memaksimalkan teknologi digital.
Dikatakan, program pendampingan akan dilakukan selama setahun. Para pelaku UMKM yang menjadi Mitra Bank Indonesia berfokus pada kapasitas digital.
“Kami menghadirkan berbagai narasumber. Program ini juga mendorong UMKM go export, bersinergi dengan lembaga pembiayaan ekspor Indonesia,” kata Ronald Ronald D. Parluhutan.
Sementara itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bali DR. Drh.Luh Ayu Aryani saat membacakan Sambutan Sekda Bali mengapreasi program Onboarding UMKM Rahayu yang digagas Bank Indonesia. Pasalnya, dari ribuan UMKM di Bali perlu pendampingan agar apa yang mereka hasilkan bernilai ekonomi melalui peningkatan pengetahuan tentang digitalisasi.
Oleh sebab itu, Luh Ayu Aryani berharap agar peserta UMKM yang telah lolos kurasi dan mengikuti Onboarding UMKM Rahayu benar-benar mengikuti dengan seksama, sehingga akan menambah pengetahuan dan perbaikan branding produk sehingga bisa naik kelas atau go export.
“Program ini sangat penting sehingga bisa mendukung program pemerintah meningkatkan pertumbuhan perekonomian Bali,” tegas Luh Ayu Aryani.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM M.Riza Adha Damanik dalam Keynote Speaker selain mengapresiasi gagasan Bank Indonesia Bali menggelar Onboarding UMKM Rahayu, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini secara nasional telah disepakati Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah dialokasikan Rp10 triliun untuk pembiayaan bagi UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
Dari jumlah UMKM yang begitu banyak di Indonesia, saat ini masih ada tantangan yang harus ditangani. Saat ini bukan lagi kuantitas yang diperlukan tetapi bagaimana kualitasnya. Untuk itu pihaknya mendorong semua pihak untuk bersama lebih konprehensif, berintegrasi, terpadu dalam rangka agenda-agenda pemberdayaan UMKM.
Oleh sebab itu pihaknya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UMKM Bali, dan Bank Indonesia Bali telah mengambil insiatif membangun ekosistem yang memberikan kepastian kepada UMKM-UMKM agar lebih produktif.
Pihaknya berharap agar para UMKM melengkapi diri dengan berbagai persyaratan dan mengikuti aturan serta legalitas sesuai dengan ketentuan yang ada. “Tanpa itu sangat mustahil produk-produk yang dihasilkan bisa masuk ke pasar moden, mall dan ekspor. Oleh sebab itu legalitas bukan lagi soal kepatuhan, tetapi ini adalah cara untuk memastikan produk UMKM bisa mendapatkan askses pasar yang lebih luas,” tegas M.Riza Adha Damanik. tha/nbc



