Tuesday, April 28, 2026
HomeBerita UtamaSemarak HUT ke-118 Puputan Klungkung, Museum Semarajaya Pamerkan 100 Keris Kuno

Semarak HUT ke-118 Puputan Klungkung, Museum Semarajaya Pamerkan 100 Keris Kuno

NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Semarak mempringati HUT ke-118 Puputan Klungkung kali ini dimana Museum Semarajaya membuat terobosan spektakuler. Dimana kali ini lebih dari seratus bilah keris kuno dipamerkan di Museum Semarajaya bertepatan dengan Hari Puputan Klungkung, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukatif Dinas Kebudayaan melalui UPTD museum Semarajaya, sekaligus memperkenalkan warisan budaya Bali kuno kepada masyarakat luas.

Kepala UPTD Museum Semarajaya, Cokorda Gede Nala Rukmaja, Selasa 28/4/2026 menyampaikan dari total koleksi yang dipamerkan, sembilan di antaranya merupakan koleksi milik museum. Sementara sisanya didatangkan dari  komunitas dan kolektor yang tergabung dalam Sanggar Smara Dwija.

“Pameran ini menghadirkan lebih dari 100 keris kuno, sebagian besar berasal dari wilayah Klungkung, termasuk juga koleksi dari puri yang selama ini jarang dipublikasikan,” ujarnya optimis.

Tak hanya dari Bali, pameran ini juga melibatkan kolektor dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Madura, hingga Lombok. Kehadiran mereka diharapkan menambah daya tarik sekaligus memperkaya perspektif tentang keragaman keris Nusantara.

Menariknya, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan bursa keris, di mana para kolektor diberi kesempatan untuk memperjualbelikan koleksi mereka secara langsung di lokasi pameran. 

Antusiasme masyarakat disebut sudah mulai terlihat, terlebih pameran ini bertepatan dengan peringatan Hari Puputan Klungkung.

Dari sisi historis, keris-keris yang ditampilkan disebut memiliki nilai tinggi karena sebagian merupakan peninggalan masa lampau, bahkan menyerupai bentuk keris tradisional dari era kerajaan. 

Beberapa di antaranya memiliki pamor dan lekukan (luk) khas yang mencerminkan identitas serta filosofi budaya pada zamannya.

Pameran ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan melestarikan warisan budaya adiluhung Bali. sug/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular

Recent Comments