NARASIBALI.COM, NUSA DUA BALI – Menteri Pariwisata menandai pembukaan BBTF 2026 dengan membunyikan ‘lesung (alat penumbuk padi tradisional berbentuk perahu panjang yang terbuat dari batang kayu bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI Bapak Heru H. Subolo mewakil Menlu, Ketua Panitia BBTF 2026 I Putu Winastra dan suara kulkul dari undangan lainnya.
Menpar RI Widiyanti Putri Wardana menegaskan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 memiliki peran strategis dalam mendongkrak kunjungan wisatawan ke Indonesia, terutama di tengah tantangan global seperti konflik geopolitik dan kenaikan harga minyak yang memengaruhi konektivitas penerbangan.
“Kami baru saja menghadiri pembukaan Bali & Beyond Travel Fair 2026 yang mengangkat tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage. Tema tahun ini sangat sejalan dengan program unggulan Kementerian Pariwisata, Wonderful Indonesia Gastronomy 2026: From Roots to Global Recognition,” tegasnya.
Mengangkat tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage,” BBTF 2026 menempatkan gastronomi sebagai bagian penting dari narasi destinasi Indonesia — bukan hanya sebagai pengalaman kuliner, tetapi sebagai pintu masuk untuk memahami budaya, warisan, masyarakat, dan pengalaman perjalanan yang lebih bermakna.
Ketua ASITA Bali sekaligus Chairman BBTF 2026, I Putu Winastra menyampaikan BBTF telah berkembang melampaui fungsi pameran pariwisata. “BBTF kini menjadi platform bisnis yang membangun kepercayaan antara ekosistem pariwisata Indonesia dan pasar global,” ujarnya.
Kehadiran 286 exhibitor dari 4 negara, termasuk Namibia, disebutnya sebagai bukti bahwa BBTF menjadi ajang promosi pariwisata berkualitas. Ia berharap lebih banyak provinsi dengan destinasi unggulan bisa ikut berpartisipasi ke depan.
Winastra menambahkan, dampak BBTF juga dirasakan UMKM, pelaku wisata budaya dan wellness, usaha gastronomi, operator transportasi, hingga penyedia atraksi dan layanan pariwisata.
Tahun ini, BBTF 2026 menghadirkan lebih dari 407 buyer internasional dan nasional dari 44 negara, yang akan bertemu dengan 286 seller dari 4 negara dan 13 provinsin di Indonesia. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap Bali dan Indonesia sebagai destinasi pariwisata sekaligus mitra bisnis yang kredibel dalam industri perjalanan internasional.
Malam pembukaan dihadiri oleh para pemimpin nasional dan daerah, termasuk menteri pariwisata, perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, pelaku industri pariwisata, buyer internasional, media, sponsor, serta mitra strategis. Kehadiran para mentri terkait dengan pariwisata Indonesia semakin menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional, sementara dukungan kedua kementerian memperkuat peran BBTF dalam promosi destinasi, kepercayaan pasar, dan diplomasi ekonomi.
“BBTF 2026 bukan sekadar ruang pertemuan antara buyer dan seller. BBTF adalah ruang kepercayaan, akuntabilitas, dan kemitraan,” ujar I Putu Winastra.
“Buyer yang hadir dalam BBTF merupakan pelaku bisnis pariwisata yang memiliki reputasi, pengambil keputusan, jaringan distribusi global, dan mitra strategis industri. Satu buyer memiliki potensi untuk membawa ribuan wisatawan ke Indonesia setiap tahunnya. Melalui BBTF, kami ingin memastikan Bali dan Indonesia tidak hanya dilihat sebagai destinasi yang indah, tetapi juga sebagai mitra pariwisata yang terpercaya, kompetitif, dan bernilai bagi pasar internasional.”
Winastra menegaskan bahwa dampak BBTF tidak hanya dirasakan oleh hotel dan pelaku usaha besar. Platform ini juga membuka peluang bagi destination management company lokal, pelaku wisata budaya dan wellness, usaha berbasis gastronomi, operator transportasi, destinasi wisata, atraksi, layanan pariwisata, serta UMKM yang menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata Indonesia.
“Pariwisata harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. BBTF membuka akses langsung bagi seller Indonesia kepada buyer yang serius, sekaligus memberi kesempatan kepada pasar global untuk memahami kekayaan produk pariwisata Indonesia secara lebih utuh — dari Bali hingga berbagai destinasi beyond Bali,” tambahnya.
Malam pembukaan juga merefleksikan kekuatan budaya yang menjadi inti tema tahun ini. Bersama Marriott International Group dan The Westin Resort Nusa Dua, BBTF 2026 menghadirkan pengalaman gastronomi yang terinspirasi dari Megibung, tradisi makan bersama dari Karangasem, Bali Timur. Dalam konteks hospitality internasional, konsep ini dikenal sebagai family-style dining. Namun dalam budaya Bali, Megibung memiliki makna yang lebih dalam, yaitu kebersamaan, kesetaraan, penghormatan, dan pengalaman yang dibangun bersama.
Pembukaan resmi BBTF 2026 ditandai dengan pemukulan Lesung dengan Alu, disertai penggunaan Kulkul sebagai simbol tradisional Bali yang menyerukan kebersamaan, persatuan, dan gerak kolektif. Simbol ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan pariwisata hanya dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, masyarakat, dan mitra internasional.
BBTF 2026 juga menegaskan pentingnya kolaborasi antardaerah. Keikutsertaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai co-host, mitra strategis mencerminkan pentingnya menampilkan Indonesia sebagai negara multi-destinasi, dimana Bali berperan sebagai gerbang utama, sementara destinasi lain semakin memperoleh ruang dan visibilitas di pasar global. Pavilion Jakarta di BBTF 2026 menghadirkan pelaku industri pariwisata dari ibu kota untuk berinteraksi langsung dengan buyer dan mitra internasional.
Penyelenggaraan BBTF 2026 berlangsung di tengah dinamika pariwisata global yang terus berubah. Ketidakpastian geopolitik, perubahan pola perjalanan, tekanan inflasi, serta meningkatnya tuntutan terhadap kualitas dan kepercayaan membuat pasar pariwisata semakin selektif. Dalam konteks tersebut, BBTF memperkuat komitmen Indonesia terhadap pariwisata berkualitas, kepercayaan pasar, dan kemitraan jangka panjang.
Lebih dari sekadar agenda pertemuan bisnis, BBTF terus berperan sebagai platform untuk memperkuat narasi destinasi, menyelaraskan arah kebijakan, dan membangun kolaborasi industri. BBTF mendukung arah pariwisata nasional dengan menghadirkan buyer internasional langsung ke destinasi, sehingga mereka dapat merasakan kualitas, budaya, hospitality, dan keberagaman Indonesia secara langsung.
Tahun ini, para buyer juga akan mengikuti lima program post-tour: Lombok dan Sumbawa, yang menampilkan alam, budaya, dan potensi pariwisata baru Nusa Tenggara Barat; Community-Based Tourism di Bali, yang menawarkan kehidupan desa dan keramahan lokal; Kepulauan Seribu, yang dihadirkan DKI Jakarta sebagai wisata pesisir dan kepulauan; Explore Badung, yang menampilkan budaya, alam, pesisir, dan gastronomi; serta Sababay Winery, yang memperkenalkan wine produksi lokal Bali, kepemimpinan perempuan dalam industri winery, wine tasting, gastronomi, dan craftsmanship Indonesia.
BBTF 2026 akan berlangsung pada 28–30 Mei 2026 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, dengan agenda utama berupa pre-scheduled appointments, pertemuan buyer dan seller, presentasi destinasi, networking session, serta berbagai kegiatan strategis industri pariwisata.
Di tengah arah pengembangan pariwisata Indonesia menuju nilai yang lebih tinggi dan pengalaman yang lebih berkualitas, BBTF 2026 menyampaikan pesan yang jelas: masa depan pariwisata tidak hanya dibangun melalui jumlah kunjungan, tetapi melalui kepercayaan, kualitas, kekuatan budaya, dan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Dengan Bali sebagai gerbang utama, The 12th Bali & Beyond Travel Fair 2026 kembali menghubungkan dunia dengan kekayaan Indonesia yang lebih luas. tha/nbc
#NarasibaliCom
#BeritaBali
#PortalBeritaBali
#InfoBali
# BBTFIndonesia
#PariwisataBali





