NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Made Satria Rabu (26/11/2025) mengungkapkan bahwa pengawasan di Nusa Penida akan dioptimalkan, terutama karena banyak pembangunan yang sudah beroperasi tanpa berizin.
Salah satu upaya utama adalah penambahan personel Satpol PP di Kecamatan Nusa Penida. Saat ini, hanya ada enam orang yang bertugas, padahal idealnya dibutuhkan 60 personel untuk wilayah seluas itu.
Untuk itu tahun Ini, Pemkab Klungkung berencana bakal menambah 20 personel Satpol PP di Nusa Penida.
Bupati Satria lebih lanjut menegaskan, penguatan ini bukan hanya untuk menindak, tetapi untuk mencegah sejak awal. Hal ini didukung oleh ketentuan PP 28 Tahun 2025 yang memberikan kewenangan urusan izin kepada Pemkab, sehingga pengawasan pembangunan bisa lebih ketat.
“Kita harus sikapi agar tidak ada alih fungsi lahan masif. Kami perkuat Satpol PP bukan untuk menindak saja, tapi juga mencegah sejak awal. Ini penting agar tata ruang kita tidak terus-terusan dilanggar,” tegasnya.
Langkah yang diambil pemda Klungkung ini pasca viralnya masalah lif kaca di Klingking Beach, malah sorotan publik mengarah kepada Bupati Klungkung dua periode (2013-2018 dan 2018-2023) I Nyoman Suwirta setelah Gubernur Bali memutuskan menghentikan dan membongkar proyek lift kaca di tebing Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida.
Meski sosialisasi hingga groundbreaking proyek berlangsung pada periode kepemimpinannya, Suwirta memilih memberi jarak dan menyatakan tidak mengetahui secara penuh ihwal proses perizinan maupun realisasi proyek tersebut. Sikap inilah yang kemudian memancing sejumlah pihak menuding dirinya ‘cuci tangan’.
Suwirta sebenarnya sejak awal tidak ingin menanggapi persoalan ini. Namun gelombang pertanyaan dari masyarakat, opini di media sosial, membuat isu tersebut makin liar dan mengarah padanya secara personal. Kondisi ini akhirnya mendorongnya untuk kembali memberikan penjelasan secara terbuka.
Dia berharap klarifikasinya kali ini mampu meredam persepsi–persepsi liar yang berkembang, terutama tuduhan yang menyebut dirinya sengaja melepas tanggung jawab. “Agar tidak ada lagi ‘halusinasi publik’ seolah saya seperti itu,” ujar Suwirta saat berikan keterangan. sug/nbc



