NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Rupanya belakangan ini ada kendala serius dimana faktanya Kabupaten Klungkung masih menghadapi kekurangan guru ASN yang cukup mengkawatirkan kelangsungan pendidikan dibumi serombotan ini.
Data yang digeber Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, jumlah kekurangan guru mencapai 397 orang, terdiri dari 231 guru untuk tingkat SD dan 166 guru untuk tingkat SMP.
Meski usulan formasi guru sudah diajukan ke pemerintah pusat, tidak semua disetujui. Tahun 2025, Klungkung hanya mendapatkan 143 formasi ASN, jauh dari kebutuhan riil di lapangan.
Menyikapi kondisi ini Kepala Disdikpora Klungkung, Ketut Sujana mengatakan, Pemkab telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menghadapi kekurangan ini.
Salah satunya yakni menggabungkan beberapa SD dengan jumlah siswa sedikit untuk mengoptimalkan penempatan guru tanpa mengorbankan kualitas layanan pendidikan.
Selain itu, Pemkab Klungkung juga melakukan rekrutmen guru pengabdi dengan honor yang bersumber dari dana BOS.
Guru-guru ini ditempatkan di sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan tenaga tambahan, khususnya di wilayah yang tidak bisa menunggu penempatan guru ASN.
Namun demikian, Sujana menegaskan kalau perekrutan dilakukan secara transparan dan tidak memberikan harapan palsu.
“Status mereka sebagai guru pengabdi tidak otomatis menjamin akan diangkat menjadi ASN,” ujar Drs Ketut Sujana belum lama berselang.
Sementara itu, besaran honor yang diterima guru pengabdi menyesuaikan jumlah siswa di sekolah, karena dana BOS dihitung berdasarkan total murid.
“Semakin sedikit siswa, semakin kecil pula dana BOS dan honor yang bisa diberikan,” jelas Sujana.
Kekurangan guru dikhawatirkan berdampak pada kualitas pendidikan, terutama di wilayah terpencil. Oleh karena itu, Pemkab Klungkung mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Yayasan Teach First Indonesia (TFI) untuk membantu mengatasi kekurangan guru yang selama ini membebani sektor pendidikan.
Rencana kerja sama ini muncul saat Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menerima audiensi pihak TFI, Senin (24/11/2025) lalu. Kerja sama dengan TFI diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendidikan di Klungkung.
Meski demikian, Sujana memastikan pihaknya tetap berkomitmen memaksimalkan semua sumber daya yang ada guru ASN, guru kontrak daerah, maupun guru pengabdian untuk menjaga mutu pembelajaran
“Pendidikan tetap harus berjalan, walaupun dalam kondisi keterbatasan. Kami akan terus berinovasi dan mencari solusi terbaik,” katanya
Wabup Tjok Surya menyambut baik peluang kerja sama ini karena dinilai mampu mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Klungkung.
“Saya sudah tugaskan Disdik untuk terus berkoordinasi sehingga proses kerja sama ini segera terealisasi,” ungkapnya tegas. sug/nbc



