Tuesday, January 13, 2026
HomeBerita UtamaKunjungan Wisatawan ke Bali Anjlok, Pengusaha Hotel Gigit Jari Naikkan Tarif Kamar....

Kunjungan Wisatawan ke Bali Anjlok, Pengusaha Hotel Gigit Jari Naikkan Tarif Kamar. Berikut Pernyataan Ketua PHRI Klungkung Putu Darmaya

NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Adanya sinyalemen negatif bahwa kunjungan wisatawan yang datang ke Bali menurun menuai pernyataan keras gubernur. Disejumlah media yang mengutif pernyataan Gubernur Koster menyatakan bahwa kunjungan wisatawan malah cendrung meningkat. Hal itu dikemukan Gubernur Koster dengan mengutip data yang falid.

Dirinya memastikan sesuai data yang dikutipnya bahwa kunjungan wisatawan yang datang ke Bali malah ada trend meningkat.

Terkait pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster ini malah berbanding terbalik dengan pernyataan Ketua PHRI Klungkung I Putu Darmaya yang malah menyebutkan kunjungan wisatawan cendrung menurun.

Menurut Ketua PHRI Klungkung I Putu Darmaya mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan low session dalam kurun waktu cukup panjang.

Pertama terkait dengan harga tiket penerbangan ke Bali, yang ternyata lebih mahal dari pada ke Yogjakarta ataupun ke Labuan Bajo. 

Menurut Darmaya dua bulan terakhir kunjungi wisata sangat sepi ke Nusa penida  .Dia menduga, Kemungkinan sampai bulan mei terkecuali tamu Cina bulan februari kemungkinan ada hal  penting karena  hari raya  I’m lek, kalau tahun ini beda dengan tahun sebelum nya.

“Harga tiket pesawat ke Bali rata-rata sangat mahal. Lebih mahal dari ke daerah lain, walaupun jaraknya lebih dekat,”ujar I Putu Darmaya, Selasa (23/12/2025).

Selain itu pemberitaan seperti isu banjir setiap turun hujan, termasuk pemberitaan masalah sampah juga sangat berpengaruh terhadap rencana kunjungan wisatawan.

Disisi lain ada kemungkinan strategi dari pemerintah pusat untuk meratakan pariwista ke daerah lain yang belum terjamah pariwisata. “Informasi banjir dan sampah ini sangat masif. Sementara pemerintah belum ada solusi, sehingga kesan tidak ada arah,” ungkapnya.

Selain itu beberapa di pusat dan daerah masih belum singkron terkait pariwisata. Sehingga pemerintah Bali khususnya Kabupaten harus berdiri sendiri membangun daerahnya, dengan kebijakan daerahnya sendiri tanpa interpensi pusat. “Disamping itu harga kamar hotel juga naik karena mengira tahun ini akan ramai ternyata zong,” pungkasnya. sug/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -



Most Popular

Recent Comments