Monday, January 12, 2026
HomeBerita UtamaTingkatkan SDM dan Kesejahteraan Masyarakat, ITB STIKOM Bali Genjot Beasiswa dan Magang...

Tingkatkan SDM dan Kesejahteraan Masyarakat, ITB STIKOM Bali Genjot Beasiswa dan Magang Internasional

Mendukung program pemerintah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali terus mendorong program kuliah sambil kerja di luar negeri.

Tiga mahasiswa peserta program kuliah magang ke Jepang Ni Kadek Anita Setyari, Tarsius Danrianus Tupen Lanan dan Ni Made Ratih Purwasih. Sumber Foto: yan/nbc

NARASIBALI.COM, DENPASAR – “Program ini menjadi bagian dari upaya kampus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas pengalaman global mahasiswa,” kata Rektor ITB STIKOM Bali Dadang Hermawan saat Coffee Morning ITB STIKOM Bali bersama media, yang dirangkai dengan pelepasan mahasiswa peserta program kuliah magang ke Jepang, di Kampus setempat, Rabu (7/1/2026).

Mengawali Tahun 2026 ini, ITB STIKOM Bali kembali melepas tiga mahasiswa yakni Tarsius Danrianus Tupen Lanan, Ni Kadek Anita Setyari dan Ni Made Ratih Purwasih, dijadwalkan magang ke Jepang pada 24 Januari 2025 dengan penempatan di Osaka dan Nagoya.

Pelepasan mahasiswa peserta program kuliah sambil magang ke Jepang, dihadiri Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti Ida Bagus Dharmadiaksa, para Wakil Rektor serta PIC Kuliah sambil kerja Rahman Sabon Nama.

Rektor ITB STIKOM Bali, Dadang Hermawan juga menyampaikan bahwa kampusnya tengah mencanangkan Gerakan Ayo Kuliah sebagai respons atas rendahnya angka partisipasi kasar (APK) perguruan tinggi di Bali yang masih berada di kisaran 30 persen.

Menurutnya, angka tersebut seharusnya dapat melampaui rata-rata nasional yang berada pada angka 35 persen, terlebih dengan berbagai dukungan kebijakan pendidikan yang telah disiapkan pemerintah.

“APK rendah itu salah satunya disebabkan oleh masalah keuangan. Tapi dengan banyak skema beasiswa yang ditawarkan, seharusnya APK juga akan meningkat,” kata Dadang Hermawan.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema bantuan pendidikan, seperti KIP Kuliah serta program Beasiswa 1 Keluarga 1 Sarjana (1K1S) dari Pemerintah Provinsi Bali. Di sisi lain, ITB STIKOM Bali juga menyediakan beasiswa yayasan dengan besaran bervariasi, mulai dari potongan 20 persen hingga beasiswa penuh 100 persen.

Tidak hanya itu, kampus juga mengembangkan skema kuliah sambil magang kerja ke luar negeri. Dalam skema ini, mahasiswa tetap dapat mengikuti perkuliahan secara daring sembari menjalani magang kerja di negara tujuan.

“Skema terakhir kuliah sambil magang kerja itu menurut saya paling sempurna. Mereka yang sudah berangkat, mayoritas pulang dengan membawa ijazah sekaligus membawa uang dari luar negeri,” ujarnya.

Saat ini, ITB STIKOM Bali mengelola tujuh program studi, yakni S1 Sistem Informasi, S1 Sistem Komputer, S1 Teknologi Informasi, S2 Sistem Informasi, S1 Bisnis Digital, D3 Manajemen Informatika, serta Dual Degree Program.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Ida Bagus Dharmadiaksa, menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus, media, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi. Ia menyampaikan apresiasi atas peran media dalam menyampaikan informasi positif kepada publik.

Dalam kesempatan tersebut, ITB STIKOM Bali secara resmi melepas empat mahasiswa yang mengikuti program kuliah sambil magang kerja ke Jepang. Tiga di antaranya adalah Ni Kadek Anita Setyari yang ditempatkan di bidang perhotelan di Nagoya, Tarsius Danrianus Tupen Lanan yang bekerja di perusahaan furnitur di Osaka, serta Ni Made Ratih Purwasih yang juga menjalani magang di sektor perhotelan di Nagoya.

Program ini diharapkan mampu membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja internasional, meningkatkan kompetensi, serta menjadi nilai tambah ketika kembali ke Indonesia.

Salah satu mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut Tarsius Danrianus Tupen Lanan mengatakan, bahwa program magang kerja ke Jepang akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu ekonomi keluarga.

“Program magang ke Jepang ini akan saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk meniti karir dan membantu ekonomi keluarga, karena saya dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.

Tarsius yang hadir langsung pada pelepasan program kuliah sambil kerja berharap program tersebut dapat dimanfaatkan oleh calon mahasiswa lain yang memiliki keinginan kuliah namun terkendala biaya.

“Bagi yang ingin kuliah tapi terkendala biaya, ini peluang yang baik. Kuliah tetap jalan, pengalaman kerja juga didapat. Karena semua kendala yang dialami sudah dibantu sepenuhnya oleh ITB STIKOM Bali. Saya mengucapkan terima kasih kepada ITB STIKOM Bali, karena bisa kuliah sambil kerja,” jelas Tarsius Danrianus Tupen Lanan. tha/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -



Most Popular

Recent Comments