NARASIBALI.COM, BADUNG – Memasuki usia 25 tahun, Tri Hita Karana (THK) Tourism Awards menegaskan posisinya sebagai barometer pariwisata berkelanjutan di Bali.
Ajang yang pertama kali diluncurkan pada 22 Desember 2000 ini terus berkembang dari kegiatan sosialisasi nilai menjadi sistem akreditasi profesional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pariwisata.
Pada awal penyelenggaraannya, THK Tourism Awards belum dikelola secara profesional dan lebih berfokus pada perekrutan asesor untuk memberikan pemahaman tentang filosofi Tri Hita Karana. Kini, penilaian dilakukan oleh asesor lintas sektor, dimulai dari akademisi perguruan tinggi, dosen, praktisi pariwisata, hingga wartawan pariwisata.
“Itu termasuk saya yang juga wartawan pariwisata juga ikut disini sebagai Asesor, karena dia bisa mengecek katakanlah tamu itu berasal dari hotel mana, terus nonton kecak disana bagaimana ulahnya, khan wartawan yang bisa mengecek itu,” ungkapnya.
Setiap hotel peserta juga membentuk Tim THK Tourism Awards internal sebagai pelaksana penerapan nilai. Penilaian THK mengacu pada 17 goal yang terbagi dalam Pawongan (10 goal), Palemahan (5 goal), dan Parhyangan (2 goal).
“Spiritual itu goal ke-16, yaitu keamanan, kenyamanan dan kepastian hukum,” kata Ketua Yayasan Tri Hita Karana (THK), Ir. I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, saat diwawancarai awak media, pada Malam Penganugerahan THK Tourism Awards di Ballroom Discovery Kartika Plaza Hotel, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Jumat, 9 Januari 2026.
Wisnu Wardana juga menjelaskan, setiap hotel yang mengikuti THK Tourism Awards menjalani proses akreditasi dengan hasil skor berjenjang.
“Itu ada catatannya, jika skornya 65-70 itu masih perlu belajar. Kemudian, 70-85 masuk Silver, lalu 85-100 itu Gold. Terus dia ikut 3 kali Gold setiap tahun barulah kita sebut Emerald, kemudian 3 kali Emerald itu dapat Platinum dan 3 kali Platinum dapat Super Platinum,” kata Wisnu Wardana.
Pada momentum 25 tahun penyelenggaraan, Yayasan THK memberikan Lifetime Achievement Award kepada 14 hotel yang secara konsisten mengikuti THK Tourism Awards sejak tahun 2000.
“Sekarang ada 14 hotel untuk menerima Lifetime Achievement Award. Mereka itu ikut THK Awards dari tahun 2000 yang ditandatangani oleh Gubernur Bali saat itu pak Dewa Beratha,” urainya.
Ia berharap, memasuki usia seperempat abad, THK Tourism Awards mampu mendorong penanganan budaya dan lingkungan Bali yang lebih baik. “Kami berharap lebih profesional lagi terkait pariwisata dan penanganan sampah,” ujarnya.
Sejalan dengan tuntutan wellness tourism, Yayasan THK juga menjalin kerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan Masyarakat (Bapelkesmas) Bali untuk membekali staf hotel dengan kemampuan pertolongan pertama (first aid).
“Katakanlah saat melihat wisatawan terjatuh, stroke atau lainnya itu sangat penting. Sekarang, mereka tidak ada yang mendidik,” terangnya.
Menurutnya, staf hotel sebagai pihak pertama di lokasi kejadian harus memiliki kompetensi first aid sebelum penanganan lanjutan dilakukan pihak terkait.
“Masyarakat perhotelan adalah pertama di TKP, dia berhubungan langsung dengan BPBD direct Kota, sehingga sangat cepat dan langsung ditangani, tapi untuk penanganan internal itu dilakukan oleh hotel sendiri,” terangnya.
Pada puncak THK Awards 2025, penghargaan diberikan dalam lima kategori utama, yakni THK-Innovation Awards, THK-PR Awards, THK Awards and Accreditation, Lifetime Achievement Awards, serta THK-CSR Awards.
Rangkaian ini menegaskan komitmen THK dalam mendorong inovasi, komunikasi publik, dan akreditasi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari pelestarian budaya, Yayasan THK juga mempersiapkan kembalinya THK-Melapa-Melapi Awards tahun depan.
“Ini adalah wujud penghormatan bagi para Chef yang menjaga cita rasa warisan leluhur agar tetap bertahta di meja perjamuan dunia,” kata Wisnu Wardana.
Tahun ini, sebanyak 70 hotel dan daya tarik wisata (DTW) terdaftar sebagai peserta. Lebih dari 500 akreditasi selama 25 tahun menjadi bukti konsistensi industri pariwisata Bali dalam menjaga nilai harmoni.
“Hal ini membuktikan bahwa ditengah arus modernisasi yang menderu, Tri Hita Karana tetap menjadi Kompas Spiritual bagi para pelaku industri di Bali. Lebih dari 500 akreditasi selama 25 tahun adalah bukti cinta kita pada tanah ini,” paparnya.
Selain 47 hotel dan DTW penerima THK Awards 2025 dari level Silver hingga Super Platinum II dan juga terdapat lima perusahaan meraih THK CSR Awards 2025 atas kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
“Kami apresiasi khusus kepada para pemenang. Kelima perusahaan ini sukses menjaga keharmonisan antara bisnis pariwisata, alam dan manusia,” tegasnya.
Menutup rangkaian acara, Wisnu Wardana menegaskan filosofi dasar THK sebagai warisan lintas generasi. “Kita tidak mewarisi bumi ini dari nenek moyang, tapi meminjamnya dari anak cucu. Dengan Tri Hita Karana, Bali adalah sebuah doa yang hidup,” pungkasnya. red/nbc
#THK Awards
#pariwisata Bali
#Tri Hita Karana
#wellness tourism
#CSR pariwisata
#Wisnu Wardana.




