NARASIBALI.COM, DENPASAR – Kompetisi perdana diawali dari Kota Denpasar mulai 31 Januari 2026 hingga 1 Februari 2026. Nantinya secara estapet kompetisi ini akan berlangsung di setiap kabupaten/kota se-Bali. Kompetisi perdana ini diikuti 32 cupers memperebutkan juara I hingga juara IV. Tiga terbaik—juara I, II, dan III—akan melaju ke tingkat provinsi untuk beradu kemampuan dengan para juara dari seluruh Bali.
Ketua DPD Golkar Bali I Gede Sumarjaya Linggih (Demer) ketika membuka kompetisi ini menyebutkan Cup tasters menjadi elemen penting dalam rantai industri kopi modern, karena merekalah yang mampu mengidentifikasi profil rasa, karakter kopi, hingga mendeteksi cacat pada seduhan kopi secara presisi.
“Dari satu kota ke sembilan kabupaten, Golkar Bali hadir membawa semangat kompetisi, pembinaan, dan lahirnya generasi cup taster Bali yang siap melangkah lebih jauh,” demikian semangat yang diusung dalam ajang ini,” tegasnya.
Dijelaskan pemenang tingkat provinsi nantinya akan difasilitasi untuk mengikuti kompetisi regional di Jakarta, dengan harapan mampu menembus dan berprestasi di ajang Cup Tasters tingkat nasional hingga internasional.

Ketua Panitia Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, Fitra, mengatakan ajang ini dirancang untuk melahirkan generasi muda baru yang mampu membawa nama Bali bersinar di tingkat nasional bahkan internasional.
“Bali punya banyak talenta muda yang potensial dan terbukti mampu berprestasi. Salah satunya Alif Andira, barista asal Bali yang menjadi Juara Nasional Indonesia Cup Tasters Championship 2025/2026 dan akan mewakili Indonesia di World Cup Tasters Championship 2026 di Bangkok,” ungkap Fitra.
Dalam kompetisi cup tasters, peserta diuji ketajaman indera pengecapan dan penciuman. Setiap peserta akan menghadapi delapan set kopi dengan total 24 cangkir. Dalam tiap set terdapat tiga cangkir, di mana satu cangkir memiliki rasa berbeda dari dua cangkir lainnya yang sejenis. Peserta harus menemukan perbedaan tersebut dalam waktu delapan menit. “Kalau tebakannya benar, berarti sensory lidahnya sangat baik. Ini murni uji ketepatan rasa dan fokus,” jelas Fitra.
Ia menambahkan, kemampuan cup tasters merupakan keterampilan dasar bagi seorang barista untuk mengenali karakter kopi, mulai dari aroma, rasa, hingga keunikan setiap origin. Keterampilan ini menjadi fondasi penting untuk menyajikan kopi berkualitas, baik di dalam maupun luar negeri.
Dalam kejuaraan ini, panitia menyiapkan 15 jenis kopi. Sebanyak 13 di antaranya berasal dari empat daerah utama penghasil kopi di Bali, yakni Bangli (Kintamani), Badung (Plaga), Tabanan (Pupuan), dan Buleleng (Munduk). Dua jenis kopi lainnya berasal dari Toraja sebagai pembanding.
“Kami ingin meningkatkan skill teman-teman di industri kopi, terutama mereka yang bercita-cita bekerja di luar negeri atau di kapal pesiar. Cup tasters ini jadi modal penting,” sebut Fitra.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dewa Gede Dwi Mahayana Putra Nida yang akrab disapa Wiwin menegaskan bahwa Golkar Bali ingin menghadirkan kompetisi cup tasters yang benar-benar sesuai standar internasional.
“Kami ingin menunjukkan seperti apa kompetisi yang sesungguhnya. Punya standar, punya aturan main yang jelas, bukan lomba asal-asalan. Karena itu kami mengacu pada standar internasional,” tegasnya.
Wiwin menambahkan, Golkar Bali berkomitmen mengakomodasi dan mengapresiasi anak-anak muda Bali yang berbakat di bidang kopi, termasuk dengan menyiapkan hadiah yang layak bagi para pemenang. “Kami juga memberikan apresiasi kepada para pemenang. Hadiahnya cukup lumayan,” ujar Wiwin.
Melalui Golkar Bali Cup Tasters Championship 2026, Golkar Bali tidak hanya mendukung lahirnya SDM unggul di industri kopi, tetapi juga memperkuat kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan kreatif, kekinian, dan produktif. tha/nbc




