NARASIBALI.com, DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali berkolaborasi dengan Yayasan Arsitektur Bali Nusantara dalam pelaksanaan Festival Harmoni Imlek: Suara Pasar dengan tema ”Merajut Keberagaman dalam Bingkai Kebhinekaan”pada 21 – 22 Februari 2026.
Festival ini tidak hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang edukasi digitalisasi pembayaran dan pelindungan konsumen melalui kampanye Eling Raga. Hal ini mengemuka pada kegiatan yang dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
Festival Harmoni Imlek 2026 merupakan manifestasi semangat Vasudaiva Kutumbakam dan merupakan bentuk dukungan terhadap visi ”Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju”. Festival ini memadukan ritual spiritual, parade budaya akulturasi, serta pemberdayaan UMKM di kawasan Heritage Gajah Mada. Selain menjadi ruang ekspresi budaya, kegiatan ini juga menghadirkan langkah konkret penguatan inklusivitas melalui pemanfaatan QRIS sebagai kanal digital untuk pemberian angpao barongsai.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen merawat keberagaman umat di Pulau Bali yang disatukan inovasi sistem pembayaran melalui QRIS.
“Sinergi digitalisasi sistem pembayaran dengan pelestarian budaya tidak hanya menghadirkan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat, tetapi juga disertai dengan edukasi pelindungan konsumen bertajuk Eling Raga dengan pesan ajakan Kalau Ragu, Stop Dulu”, pungkas Erwin.
Semakin banyak promosi melalui platform digital, masyarakat harus semakin berhati-hati dan memilah-milih transaksi keuangan. Erwin menambahkan contoh jika ada promosi digital menggunakan QRIS, dan setelah di scan ternyata muncul permintaan isi data NIK, OTP, PIN atau data kartu. “QRIS tidak pernah meminta data pribadi yang sensitif. Kalau diminta, stop dulu” tegas Erwin.
Kegiatan digitalisasi juga diperluas kepada pelaku UMKM yang berada di lokasi festival melalui pendampingan dan edukasi penggunaan QRIS, dengan memberikan pengalaman langsung cara pembayaran yang praktis, cepat, dan aman.
Masyarakat dan pelaku usaha UMKM diajak untuk merasakan langsung kemudahan transaksi non-tunai, sekaligus memahami manfaat efisiensi biaya dan transparansi dalam pembayaran modern sehari-hari. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat adopsi QRIS di ruang publik sekaligus mendorong kebiasaan transaksi yang aman dan bertanggung jawab.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata harmonisasi antara digitalisasi dan pelestarian budaya dalam perayaan hari besar keagamaan dan keberagaman umat di Bali. Selain itu, kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan readiness merchant kuliner menuju QRIS Jelajah Indonesia 2026. Ke depan, model kolaborasi berbasis budaya dan komunitas ini diharapkan dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat serta memperkuat ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan di Bali. tha/nbc




