Friday, February 27, 2026
HomeBerita UtamaSMSI Denpasar Dorong Solusi Terintegrasi Atasi Kemacetan Kota

SMSI Denpasar Dorong Solusi Terintegrasi Atasi Kemacetan Kota

NARASIBALI.com, DENPASAR – Persoalan kemacetan yang semakin kompleks di Kota Denpasar menjadi perhatian serius berbagai pemangku kepentingan. Melalui Diskusi Publik bertajuk “Kemacetan Kota Denpasar: Tantangan Urban dan Solusi Kolaboratif”, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar menghadirkan sejumlah gagasan konkret guna mencari solusi jangka panjang bagi transportasi perkotaan.

Kegiatan yang digelar di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Kamis (26/2/2026), ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar serta mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, kepolisian, dan pelaku usaha dalam satu forum dialog terbuka.

Dalam keynote speech Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, ditegaskan bahwa kemacetan tidak hanya berkaitan dengan kepadatan kendaraan di jalan raya.

Menurutnya, kemacetan berdampak luas terhadap efisiensi waktu masyarakat, peningkatan biaya transportasi, keselamatan pengguna jalan, hingga kualitas lingkungan perkotaan.

“Penanganan kemacetan harus dilakukan secara menyeluruh, terstruktur, dan berkelanjutan melalui sinkronisasi kebijakan transportasi dengan penataan ruang kota,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, mengungkapkan tingginya penggunaan kendaraan pribadi masih menjadi penyebab utama kepadatan lalu lintas. Di sisi lain, layanan transportasi umum dinilai belum terintegrasi secara optimal.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemerintah, khususnya di kawasan metropolitan Sarbagita, mengingat mobilitas masyarakat tidak lagi terbatas pada wilayah administratif Kota Denpasar.

“Keterbatasan kewenangan daerah menjadi tantangan dalam implementasi transportasi berkelanjutan. Dukungan regulasi dan legislatif sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Selain kebijakan pemerintah, perubahan perilaku masyarakat juga dinilai penting, termasuk mengurangi penggunaan badan jalan untuk aktivitas non-lalu lintas.

Guru Besar Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Ar. Putu Rumawan Salain, menilai solusi kemacetan tidak selalu harus melalui pembangunan jalan baru. Menurutnya, persoalan transportasi harus dilihat dari keterkaitan pola ruang dan budaya mobilitas masyarakat Bali.

Ia mengusulkan penguatan sistem pengawasan lalu lintas berbasis teknologi melalui integrasi kamera pemantau antarinstansi seperti Dinas Perhubungan, Kominfo, kepolisian, hingga Radio Kota Denpasar.

Dengan sistem berbasis data tersebut, rekayasa lalu lintas dapat dilakukan secara dinamis sesuai kondisi lapangan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo, menegaskan pentingnya optimalisasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana diamanatkan undang-undang.

“Forum lalu lintas harus diperkuat melalui regulasi daerah agar penanganan kemacetan berjalan efektif. Dukungan masyarakat melalui kepatuhan terhadap aturan juga sangat menentukan,” tegasnya.

Guru Besar Universitas Udayana, Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya, mengingatkan bahwa meningkatnya harga lahan di Denpasar mendorong masyarakat tinggal di wilayah penyangga seperti Badung, Gianyar, Tabanan, hingga Klungkung.

Fenomena suburbanisasi tersebut berpotensi meningkatkan arus komuter harian menuju Denpasar dan memperberat beban lalu lintas di masa mendatang.

“Masalah transportasi Denpasar bersifat regional. Penanganannya harus berbasis sistem transportasi kawasan yang terintegrasi,” ujarnya.

Diskusi publik SMSI Denpasar menegaskan bahwa solusi kemacetan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui integrasi kebijakan, penguatan regulasi, pemanfaatan teknologi, serta perubahan perilaku masyarakat menuju sistem transportasi perkotaan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini terselenggara dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Garuda TV Bali, Living World, Kura Kura Bali, Bappeda Denpasar, PD Pasar Kota Denpasar, PDAM Kota Denpasar, BPJS Kesehatan, Swiss-BelResort Pecatu, Hotel Cakra, Hatten Wines, STB Runata, Quest San Hotel Denpasar, serta Discovery Kartika Plaza. red/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -



Most Popular

Recent Comments