NARASIBALI.COM, DENPASAR – Penegasan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja tersebut disampaikan pada pemaparan Diseminasi Implementasi Kebijakan Kantor Bank Indonesia Provinsi Bali Periode HBKN Nyepi dan Indul Fitri dalam acara Bincang dengan Media di Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Erwin, melihat kondisi positif ini, Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2026 berpeluang mencapai 6,2 persen. Hal ini didorong oleh pemulihan sektor pariwisata yang semakin konsisten serta peningkatan investasi strategis.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menyampaikan, proyeksi ini menunjukkan tren positif berlanjut setelah Bali mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,82 persen pada 2025, yang menjadi capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan berada di atas rata-rata nasional.
“Kami Bank Indonesia Bali memproyeksikan ekonomi Bali tahun ini akan bertumbuh positif. Akselerasi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 6,2 persen, didukung sejumlah faktor strategis salah satunya pariwisata dan investasi,” kata Erwin.
Ia menjelaskan, jika berkaca pada kinerja tahun 2025, ekonomi Bali menunjukkan perkembangan yang melampaui target pembangunan daerah dan menempatkan Bali di peringkat kelima nasional dalam pertumbuhan ekonomi. Capaian tersebut terutama didorong oleh sektor pariwisata, konsumsi rumah tangga, serta realisasi investasi.
Lebih lanjut, Erwin menegaskan bahwa kondisi ekonomi Bali saat ini tidak lagi berada pada fase pemulihan, melainkan sudah memasuki tahap kebangkitan ekonomi yang lebih kuat. “Bank Indonesia tentunya terus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, dan saat ini ekonomi Bali bukan lagi dalam fase pemulihan, melainkan kebangkitan,” imbuhnya.
Untuk menjaga momentum tersebut, BI Bali juga terus memperkuat berbagai program strategis, termasuk mendorong investasi produktif, mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan, serta menjaga stabilitas harga melalui koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2026 akan mengalami akselerasi hingga sekitar 6,2 persen, didorong oleh penguatan sektor pariwisata, peningkatan investasi, serta konsumsi rumah tangga yang tetap solid.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan, proyeksi tersebut menunjukkan optimisme berlanjut setelah Bali mencatatkan pertumbuhan ekonomi 5,82 persen pada 2025, yang merupakan capaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir dan berada di atas rata-rata nasional.
“Kami Bank Indonesia Bali memproyeksikan ekonomi Bali tahun ini akan bertumbuh positif. Akselerasi pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 6,2 persen, didukung sejumlah faktor strategis salah satunya pariwisata dan investasi,” kata Erwin.
Menurutnya, perkembangan ekonomi Bali dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif dan bahkan melampaui target pembangunan daerah.
“Jika berkaca pada 2025, ekonomi Bali mampu tumbuh 5,82 persen dan itu menjadi pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir serta berada di atas rata-rata nasional. Ini menunjukkan struktur ekonomi Bali semakin kuat,” ujarnya.
Erwin menambahkan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh sejumlah sektor utama seperti pariwisata, konsumsi rumah tangga, serta peningkatan realisasi investasi. “Motor pertumbuhan ekonomi Bali masih ditopang oleh sektor pariwisata, konsumsi masyarakat, dan realisasi investasi yang terus meningkat. Hal ini yang menjadi dasar optimisme kami terhadap pertumbuhan 2026,” katanya.
Penguatan Investasi dalam kesempatan yang sama, Ronald D. Parluhutan menyampaikan bahwa penguatan investasi menjadi salah satu faktor penting yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Bali. “Sejumlah proyek strategis yang berjalan di Bali memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk pengembangan kawasan pariwisata dan proyek infrastruktur strategis,” kata Ronald.
Ia menilai keberlanjutan investasi tersebut akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Acara Bincang dengan Media ini menjadi forum dialog dan penguatan sinergi dengan media, selain dihadiri Kepala perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja, juga hadir sebagai nara sumber Ronald D Parluhutan, Indra Gunawan, Nyhanad Siroth dan Henry Nosih Saturwa. tha/nbc




