Sisir Terminal Galiran, Polisi Incar Preman yang Diduga Kerap Beroperasi

NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Adanya dugaan tindakan pemalakan, pemungutan parkir ilegal, maupun bentuk premanisme lainnya di kawasan Terminal Galiran, Klungkung, ditindaklanjuti dengan menggelar patroli oleh pihak kepolisian, Minggu (11/5/2025). 

Dimana Satgas Preventif Operasi Pekat Agung 2025 melaksanakan kegiatan patroli dan penjagaan di beberapa lokasi rawan gangguan kamtibmas.  

Pantauan di lapangan, petugas menyisir area sekitar terminal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta pengelola terminal untuk menggali informasi dan memastikan tidak adanya gangguan keamanan.

Namun menurut Kasatgas Preventif AKP I Gusti Made Mahendra, selama kegiatan berlangsung, tidak ditemukan aktivitas mencurigakan maupun tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat. Situasi di Terminal Galiran terpantau aman, tertib, dan kondusif.

“Patroli ini merupakan langkah nyata Polres Klungkung dalam memberantas premanisme dan menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat. Kami akan terus intensifkan kegiatan ini, utamanya di lokasi-lokasi strategis dan rawan, sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujarnya. 

Satgas Preventif Ops Pekat Agung 2025 akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat Klungkung. sug/nbc




Tak Etis Akun Anonim Comot Judul Berita Tanpa Ijin. Sangsinya Bisa Dijerat UU ITE

NARASIBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Dibia, menegaskan bahwa judul berita adalah bagian dari karya intelektual wartawan yang wajib dihormati dan dilindungi secara hukum.

“Judul berita bukan sekadar rangkaian kata. Itu bagian dari karya jurnalistik yang lahir dari proses berpikir dan pertanggungjawaban etis. Kalau diambil tanpa izin dan dipakai untuk menyudutkan atau memelintir makna, itu bisa berujung pada pelanggaran hukum,” tegasnya di Denpasar, Senin (13/5).

Ngurah Dibia menyebutkan bahwa ada sejumlah regulasi yang bisa menjerat pelaku pencatutan ini. Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, di mana Pasal 9 ayat (1) menyatakan bahwa hanya pencipta yang berhak mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya. Pelanggaran terhadap ketentuan ini bisa dikenakan sanksi pidana maksimal 4 tahun dan/atau denda hingga Rp1 miliar berdasarkan Pasal 113.

Tak hanya itu, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juga menjamin bahwa karya jurnalistik tidak boleh disalahgunakan. Sementara itu, UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 juga bisa digunakan jika pelintiran judul berita menimbulkan kerugian atau pencemaran nama baik terhadap pihak tertentu.

“Banyak kasus di mana judul berita diambil sepotong lalu diarahkan ke narasi yang tidak sesuai. Bahkan, ada yang memelintirnya untuk kepentingan politik, menjatuhkan seseorang, atau sekadar bahan lelucon yang merusak reputasi media dan wartawannya,” jelas Ngurah Dibia yang juga Pemred barometerbali.com ini.

Ia menegaskan bahwa SMSI Bali mendukung penuh langkah hukum jika media merasa dirugikan oleh pencatutan ini. Menurutnya, hal itu penting untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan memperkuat perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik yang profesional.

“Masyarakat harus mulai sadar bahwa karya jurnalistik bukan untuk dipermainkan. Kita harus sama-sama menjaga ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” tutupnya. ril/tri/nbc




Siswa Kebut-Kebutan di Jembatan Merah, Polres Klungkung Gelar Razia, Amankan Puluhan Kendaraan

NARASIBALI.COM, SEMARAPURA– Langkah tegas dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Klungkung kembali melaksanakan kegiatan Patroli Hunting di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukumnya, Sabtu (10/5/2025). 

Kegiatan ini menyasar pelanggaran kasat mata yang dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan, pengendara tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, serta pelanggaran lainnya yang dilakukan langsung oleh pengendara di lapangan. Serta yang paling jadi atensi adalah aksi Speeding di Jembatan Merah yang berada di kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Gunaksa, Klungkung 

Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Untung Laksono, mengatakan, patroli ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan, mengurai kepadatan arus lalu lintas, serta menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. “Melalui patroli ini, kami ingin menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman, dan tertib hukum. ujarnya.

Dalam kegiatan yang digelar belum lama ini, petugas berhasil menindak sebanyak 81 pelanggar lalu lintas. Dari jumlah tersebut, pelanggaran terbanyak adalah pengendara tanpa helm dengan total 55 pelanggar. Disusul pelanggaran tanpa TNKB sebanyak 14 kasus, tanpa SIM 6 kasus, pelanggaran kelengkapan kendaraan 4 kasus, dan tanpa STNK 2 kasus.

Adapun barang bukti yang disita dalam operasi tersebut antara lain 2 lembar STNK, 10 SIM, dan 19 unit sepeda motor (R2). “Terpantau ada sejumlah sepeda motor yang kita sita berkaitan dengan aksi Speeding,” lanjutnya. 

Menurutnya aksi Speeding ini dilakukan oleh anak yang baru lulus SMA dan merayakan kelulusannya. “Mereka konvoi dengan geber-geber motor di Jembatan Merah dalam rangka kelulusan sekolah,” bebernya. 

Satlantas Polres Klungkung menegaskan akan terus menggencarkan patroli dan penegakan hukum di jalan raya untuk menciptakan keamanan dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan.

“Kami imbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Cintailah nyawa kita, cintailah keluarga kita, jangan speeding di Jembatan Merah, pakai helm, lengkapi surat-surat kendaraan apabila bepergian keluar rumah” pungkasnya. sug/nbc




Tegas, Gubernur Koster Tak Kompromi dengan Premanisme

NARASIBALI.COM, BANGLI – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan tak ada ruang di Bali untuk tindakan premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas). Koster tak akan kompromi dengan premanisme. Gubernur asal Sembiran ini menyerukan agar warga aktif melaporkan kepada aparat keamanan jika menemukan praktik-praktik premanisme, pungli, intimidasi, dan kekerasan yang meresahkan.

Kepada aparat keamanan TNI, Polri, Kejaksaan, pecalang dan instansi keamanan lainnya, Koster meminta agar bersinergi memberantas tindakan premanisme di Bali.

“Jangan terlalu toleran dan kompromistis terhadap pelanggaran. Kalau dibiarkan, yang kecil akan jadi besar dan tak terkendali. Saya ajak masyarakat aktif melaporkan segala bentuk pelanggaran hukum di wilayahnya masing-masing,” kata Koster peringatan HUT ke-821 Kota Bangli, Sabtu, 10 Mei 2025.

Wayan Koster melontarkan pernyataan keras dan lugas terkait penindakan premanisme yang masih kerap meresahkan di berbagai daerah di Bali, termasuk Bangli.

“Bali tidak boleh tunduk pada premanisme. Jangan biarkan Bangli, apalagi Bali, dipermainkan oleh mereka. Ini bukan kompromi. Ini tindakan tegas,” tegas Koster.

Ia menyebut, keberadaan ormas dan kelompok-kelompok yang bertindak di luar hukum telah merusak nilai budaya Bali dan mengancam tatanan sosial masyarakat. Lebih dari itu, ia menilai premanisme merusak citra Bali sebagai destinasi pariwisata yang damai dan beradab.

“Premanisme bukan budaya Bali! Jangan tunggu membesar. Bila dibiarkan, dia akan merusak tatanan, melemahkan wibawa hukum, dan mencoreng citra pariwisata kita,” tegas Koster.

Gubernur menginstruksikan aparat keamanan—baik TNI, Polri, maupun pecalang—untuk bersinergi memberantas praktik-praktik premanisme, pungli, intimidasi, dan kekerasan yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa keamanan adalah fondasi utama untuk menarik investasi dan wisatawan, serta menciptakan lingkungan yang nyaman dan damai.

Sikap tegas ini mendapat dukungan luas dari masyarakat dan menjadi sinyal kuat bahwa Bali, khususnya Bangli, akan terus bergerak maju tanpa memberi ruang bagi tindakan-tindakan yang mengancam nilai budaya dan keamanan publik.

Langkah ini sejalan dengan prioritas pembangunan bidang keenam Bali Era Baru: “Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali”. Transformasi digital diimbangi dengan penguatan hukum dan budaya untuk menciptakan ruang hidup yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.

“Bangli harus jadi contoh. Aman, tertib, dan bebas dari preman. Hanya dengan itulah pembangunan bisa tumbuh, dan rakyat bisa sejahtera,” pungkas Gubernur Koster. tha/nbc




Gubernur Koster Bantu Warga Korban Bencana di Bangli Rp336 Juta

NARASIBALI.COM, BANGLI – Bantuan ini merupakan wujud nyata perhatian Gubernur Bali secara pribadi maupun Pemprov Bali secara umum, terhadap warganya yang sedang menghadapi masa sulit.

Penyerahan bantuan diawali dengan simbolisasi dari Gubernur Bali kepada Bupati Bangli dengan nilai total Rp. 336.000.000. Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kerja sama semua pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Bangli, dalam memastikan bantuan ini dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Bencana memang tak bisa direncanakan, namun kepedulian dan solidaritas harus selalu kita siapkan. Semoga bantuan ini dapat menjadi penguat semangat bagi masyarakat yang sedang bangkit kembali,” ujar Gubernur Koster.

Selanjutnya, Gubernur Bali didampingi Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta secara langsung menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima dari berbagai latar belakang, mulai dari rumah warga, tempat ibadah, fasilitas umum, hingga sarana perekonomian. Kehadiran mereka di tengah acara menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup di tengah masyarakat Bali.

Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban secara materi, namun juga menguatkan mental dan semangat masyarakat untuk terus bertahan dan bangkit.

Dalam suasana penuh empati, penerima bantuan saat berjabat tangan bersama Gubernur Wayan Koster menyampaikan rasa syukur dan haru, mengungkapkan bahwa perhatian seperti ini sangat berarti bagi mereka yang sedang berusaha pulih dari kesulitan.

Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi ujian hidup. “Karena Bali bukan sekadar tempat, melainkan rumah bagi kita semua,” tutup Gubernur. tha/nbc




Sekda Alit Wiradana Apresiasi Festival Gerbang Nusantara Puskor Hindunesia 2025

NARASIBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana menghadiri Festival Gerbang Nusantara 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia) di Parkir Timur Taman Kota Lumintang, Denpasar, Sabtu (10/5).

Sekda Alit Wiradana sangat mengapresiasi acara ini sebagai bagian untuk mempersatukan berbagai elemen umat hindu dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. “Untuk itu, sekali lagi saya menyampaikan ucapan selamat pada Puskor Hindunesia yang secara antusias dan berperan aktif dalam mencerdaskan dan menyadarkan umat Hindu tentang pentingnya agama, pendidikan, sosial, ekonomi dan pariwisata” ujar Alit Wiradana.

Ditambahkannya, Kebudayaan sebagaimana kita pahami merupakan bagian mendasar dari kehidupan setiap orang dan setiap kelompok masyarakat untuk mendamaikan dan mensejahterakan. “Artinya aksi nyata yang dilakukan ini akan berdampak secara nyata terhadap eksistensi Hindu Nusantara sebagai bagian dari NKRI, tetap setia dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Selebihnya, Seksa Alit Wiradana juga menyatakan rasa Bangga, Bangkit, Bangun ini slogan dari Puskor Hindunesia yang mesti dikuatkan untuk membangun umat Hindu yang agamais. Festival ini sungguh menawarkan untuk eksistensi seni dan budaya yang dijiwai agama Hindu dengan identitas cinta damai dalam keragaman. “Festival ini saya yakin dapat membangun karakter SDM Hindu yang kuat” tegas Alit Wiradana.

Sementara Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Ida Bagus Ketut Susena menjelaskan Festival Gerbang Nusantara 2025 mengambil tema “Menebar Benih Pelayanan dan Pengabdian Dharma Nusantara Menuju Indonesia Emas 2025”. Dilaksanakan dari tanggal 10 hingga 11 Mei 2025.

Dijelaskan pula, bahwa konsep Gerbang Nusantara adalah gerakan bangkit kami di dalam Agama Hindu. Konsep ini agar sumber daya Hindu yang kita warisi dapat kita kuatkan sebagai dasar dalam membangun kebanggaan kita akan Agama Hindu dan dapat kita ikuti melalui tindakan.

Seluruh kekayaaan Agama Hindu ini perlu menjadi spirit yang ada di dalamnya serta nilai itu tidak hanya simbol tapi kita harus lakukan tindakan nyata mengembangkan dan melestarikannya serta menerima segala kebaikannya.

“Kegaiatan ini merupakan yang pertama kali kami laksanakan sebagai Perayaan 22 Tahun Puskor Hindunesia. Diisi sejumlah kegiatan Talkshow Waisya Dharma, Donor Darah, Lomba Seni Budaya, Pentas Seni Budaya dan dimeriahkan Pameran UMKM Bali, ” ujarnya. tri/nbc




Gubernur Koster Minta Pejabat Pemprov Bali Kerja Ekstra Keras, Kreatif dan Inovatif

NARASIBALI.COM, DENPASAR – Dalam pengarahannya, Gubernur asal Desa Sembiran tersebut menyampaikan agar pejabat yang baru dilantik harus berintegritas, kreatif dan inovatif, serta selalu memberikan yang terbaik dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Ibaratnya seperti mengenyam pendidikan, selalu memberikan nilai terbaik dengan belajar yang keras, begitu juga ketika menjabat, harus bekerja ekstra keras,” jelasnya pada acara yang turut juga dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Budiutama, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra beserta dengan segenap pejabat di lingkungan Pemprov Bali.

Gubernur Koster juga menegaskan pejabat yang dilantik baik jalur mutasi maupun promosi harus bisa bekerja dengan satu kesatuan dan membuang ego sektoral masing-masing sesuai dengan tupoksinya. “Tidak ada pegawai Dinas A atau B, anda semua satu gerbong Pegawai Pemprov Bali dengan komando Sekda Bai,” ujarnya.

Menurutnya, pengisian jabatan kali ini sudah menggunakan sistem merit atau sistem manajemen ASN yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja ASN secara adil dan wajar tanpa diskriminasi. Sehingga, ia pun yakin dengan kualitas para pejabat kali ini, karena mereka ditempatkan pada jabatan yang sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing.

 “Sistem merit di Bali juga sudah diakui sangat bagus oleh MenPAN RB dan Mendagri, dan sudah dilaksanakan sejak periode pertama saya. Jadi tidak ada jual beli jabatan yang merusak tatanan birokrasi sehingga tidak ada lagi orang-orang yang tidak kompeten menjadi pejabat,” tegasnya.

Dia pun menegaskan sudah menyeleksi para pejabat sesuai dengan golongan, masa kerja, uji kompetensi manajemen talenta, hingga meminta print out riwayat hidup kepada Sekda Bali.

Gubernur yang juga merupakan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini meyakini bahwa pejabat yang dilantik merupakan orang-orang terbaik yang dimiliki oleh Pemprov Bali, sehingga ia pun mengajak untuk ngebut mengeksekusi program-program di periode kedua ini yang tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Dalam Bali Era Baru.

“Tidak ada istilah santai di periode kedua ini, saya akan mengajak semua untuk gas mengeksekusi program baik masalah infrastruktur, sampah hingga masalah energi di Bali,” imbuhnya.

Untuk itu ia pun menginstruksikan agar para pejabat yang baru dilantik benar-benar membaca visi misi Provinsi Bali dengan detail karena sudah terurai dengan baik, sehingga bisa ditangkap dengan utuh. Perluas wawasan dengan membaca dokumen Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125.

“Ini gerbong yang saya ajak untuk lima tahun ke depan, lima tahun yang merupakan pondasi Bali Era Baru 100 tahun ke depan, jadi mari kita bekerja keras, fokus, tulus nindihin gumi Bali dan jangan pernah sekalipun untuk korupsi,” tandasnya. Adapun disampaikannya beberapa program yang harus segera diselesaikan pada periode kedua kepemimpinannya yaitu pembangunan infrastruktur secara massif untuk memperlancar transportasi di Daerah Sarbagita. Ia berharap tahun 2026 pembangunan fisik sudah mulai dikerjakan dan pada tahun 2029 sebelum periodenya berakhir sudah selesai 70%. Selain itu percepatan pembentukan Perda dan Pergub yaitu Perda yang mengatur tentang Pembatasan Alih Fungsi Lahan Produktif hingga Perda Toko Jaringan Modern juga harus secepatnya diatensi. tha/nbc




Pecalang Banjar Se-Desa Adat Kesiman Ikuti Lomba Ngelawar Sambut Tradisi Ngerebong

NARASIBALI.COM, DENPASAR – Menyambut pelaksanaan Tradisi Ngerebong yang jatuh pada Redite Pon Medangsia, Minggu, 11 Mei 2025, Desa Adat Kesiman menggelar Lomba Ngelawar di Wantilan Pura Agung Petilan Pengrebongan, Sabtu (10/5).

Kegiatan ini diikuti oleh pecalang dari seluruh banjar se-Desa Adat Kesiman dan berlangsung meriah. Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, hadir meninjau langsung kegiatan tersebut.

Sekda Alit Wiradana mengapresiasi semangat para pecalang dalam menampilkan kreativitas kuliner khas Bali melalui lomba ini. “Kami mengapresiasi semangat semeton pecalang dalam adu kreativitas mengolah masakan tradisional Bali, khususnya lawar,” ujarnya.

Alit Wiradana juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Walikota I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa senantiasa mendukung upaya pelestarian adat dan budaya, dari tingkat banjar hingga kota. “Melalui semangat Vasudhaiva Kutumbakam, kita semua bersaudara dalam balutan budaya untuk menyongsong pembangunan Kota Denpasar yang berlandaskan nilai-nilai kebersamaan,” ujarnya.

Seperti dalam pelaksanaan Lomba Ngelawar yang secara konsisten digelar oleh Jro Bendesa Adat Kesiman, kegiatan ini mampu membangkitkan semangat krama dalam menjaga tradisi, adat, dan budaya, khususnya kuliner khas Bali.

“Lawar identik dengan kuliner Bali dan memiliki filosofi yang mendalam dalam rangkaian upacara keagamaan di Bali, khususnya di Kota Denpasar. Kami memberikan apresiasi kepada Bendesa Adat Kesiman yang telah mendorong semangat krama dalam pelestarian budaya,” ujarnya.

Bendesa Adat Kesiman, Ketut Wisna, mengatakan bahwa lomba ngelawar ini bertujuan melestarikan kuliner tradisional Bali sekaligus sebagai sarana edukasi tentang pakem, penyajian, dan cita rasa lawar yang sesuai tradisi.

“Ini juga mendukung upaya Pemkot Denpasar dalam mendorong pengakuan warisan budaya tak benda (WBTB). Selain itu, lomba ini juga menjadi ajang silaturahmi dan temu wirasa antarpecalang,” jelasnya.

Lomba ngelawar ini dinilai oleh juri dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Dalam proses penilaiannya, seluruh peserta diwajibkan menggunakan bahan-bahan tradisional tanpa zat kimia.

Salah satu peserta dari Banjar Abiantubuh, Komang Juliadi, menyambut baik kegiatan ini dan berharap lomba serupa terus diadakan setiap tahun. “Ajang ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi antarpecalang, berbagi pengalaman, dan memperkuat peran dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah banjar maupun desa adat,” tandasnya. tri/nbc




Pemkot Denpasar Tegaskan Komitmen Dukung Program Sosial dan Kesehatan

NARASIBALI.COM, DENPASAR – Tahun ini, peringatan mengusung tema internasional “Our Nurses, Our Future: Caring for Nurses Strengthens Economies”, yang diterjemahkan sebagai “Merawat Perawat, Memperkuat Perekonomian”. Tema tersebut menjadi pengingat akan pentingnya peran perawat dalam sistem kesehatan serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, dengan pemukulan gong sebagai tanda peresmian. Sekda Alit Wiradana hadir mewakili Walikota Denpasar dan membacakan sambutan yang mengapresiasi atas dedikasi para perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.

“Kita semua patut bersyukur atas peran para perawat yang telah mengabdikan diri untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Mari kita ciptakan lingkungan kerja yang mendukung serta memberikan apresiasi yang layak bagi perawat,” ujarnya.

Disampaikan pula bahwa kesejahteraan perawat merupakan investasi penting dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Dalam kesempatan itu, Sekda Alit Wiradana juga mengharapkan dukungan aktif PPNI Denpasar dalam mengatasi berbagai isu kesehatan seperti demam berdarah (DBD) dan stunting.

“Terima kasih kepada para perawat atas dedikasi dan pelayanannya bagi masyarakat. Selamat Hari Perawat Internasional,” tutup Sekda Alit.

Ketua DPD PPNI Kota Denpasar, Ns. I Ketut Sudiarta, S.Kep., M.Kep., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap perawat-perawat multitalenta di Denpasar.

“Peringatan kali ini kami fokuskan pada penguatan kapasitas perawat melalui pelatihan ulang, pendidikan berkelanjutan, serta dukungan terhadap kesehatan mental dan keseimbangan hidup kerja,” jelasnya.

Beragam kegiatan turut memeriahkan acara, seperti pemilihan Perawat Berprestasi, lomba menyanyi solo, serta lomba pengabdian masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-52 PPNI.

Ns. Sudiarta juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari Wali Kota Denpasar dan jajaran Pemkot, yang berkontribusi terhadap suksesnya peringatan Hari Perawat Internasional 2025 di Denpasar. tri/nbc




Dari Mayor’s Fun Football Match, Tim Jaya Negara Cukur Squad Apeksi City 4-2

NARASIBALI.COM, SURABAYA – Tim sepak bola Apeksi United berhasil mengalahkan tim sepak bola Apeksi City dengan skor akhir 4-2. Pertandingan persahabatan ini digelar untuk memeriahkan kick of rangkaian Munas VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang digelar di Stadion Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu (10/5).

Dari pantauan dilapangan, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara tergabung dalam tim Apeksi United yang langsung dinahkodai  kapten tim Walikota Surabaya, Eri Cahyadi kemudian pada tim Apeksi City  dinahkodai  Walikota Jayapura, Abisai Rollo.

Di babak pertama, tim Apeksi United lebih unggul menguasai jalannya pertandingan. Akhirnya tim Apeksi United mencetak golnya melalui sepakan Walikota Batu, Nurochman di menit ke-6. Apeksi United terlihat mendominasi permainan, namun hingga peluit akhir babak pertama skor bertahan 1-0 untuk keunggulan Apeksi United.

Dibabak kedua, Apeksi United terus menekan dengan menambah 2 gol yang salah satunya dicetak Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

Kemudian pertandingan semakin menarik dengan gol balasan dari Apeksi City yang membuat skor menjadi 3-1 dengan keunggulan Apeksi United. Keunggulan bertambah dengan gol yang dicetak Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud dimenit ke-23 membuat skor menjadi 4-1 . Apeksi City sempat membalas dan memperkecil ketertinggalan di menit-menit akhir dengan mengubah skor menjadi 4-2. Namun hingga peluit akhir dibunyikan skor tidak berubah tetap 4-2 untuk keunggulan Apeksi United.

Walikota Denpasar , Jaya Negara yang turun mengenakan nomor  punggung 1  didapuk sebagai penjaga gawang tampil memukau penonton dengan aksi penyelamatan-penyelamatannya. Kehadiran orang nomer satu di Kota Denpasar ini untuk ikut serta memeriakan pertandingan fun football yang bertajuk Mayor’s Fun Football Match El Apeksico antara Apeksi United melawan Apeksi City.

“Astungkare tim Apeksi United unggul dan berhasil menang atas Apeksi City.  Yang penting kebersamaannya, ini artinya kita semua guyub rukun, sekaligus kita olahraga dengan gembira, dan yang penting silaturahmi semakin erat,”katanya usai pertandingan.

Pertandingan fun football ini diikuti puluhan Walikota yang tergabung dalam Apeksi. Adapun waktu pertandingan selama 2×15 menit, tampak hadir pula dalam kesempatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Antari Jaya Negara serta Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. tri/nbc




Tegang, Sengketa Tanah Sental Kangin di PN Klungkung, Polres  Klungkung Lakukan Pengamanan Ekstra

NARASIBALI.COM, SEMARAPURADalam rangka menjaga situasi kondusif di PN Klungkung ,untuk itu  Polres Klungkung bersama jajaran Polsek Klungkung menerjunkan personelnya untuk melaksanakan pengamanan ekstra pelaksanaan sidang tersebut.

Pengamanan ekstra itu dilkakukan mengingat situasi tegang jalannya sidang terkait  penyumpahan bukti baru (novum) dalam perkara sengketa tanah antara Banjar Adat Sental Kangin dan Warga Kanorayang (yang telah dikeluarkan dari keanggotaan adat), Banjar Sental Kangin, Nusa Penida yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Semarapura, Kabupaten Klungkung, Kamis(8/5) lalu. 

Pengamanan kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Klungkung, Kompol I Nyoman Budiasa, S.H., M.H. Sebelum pelaksanaan pengamanan dimulai, seluruh personel yang terlibat mengikuti apel kesiapan, guna memastikan personel memahami tugas dan tanggung jawab selama berlangsungnya kegiatan di pengadilan.

Pengamanan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Klungkung Nomor: SPRIN/467/V/PAM.3.3./2025 tertanggal 7 Mei 2025. Sejumlah personel dari berbagai satuan dikerahkan untuk menjaga ketertiban, mencegah potensi gesekan antar pihak yang bersengketa, dan memastikan jalannya sidang berlangsung aman dan lancar.

“Pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Klungkung dalam memberikan rasa aman kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses hukum, serta menjaga stabilitas di tengah masyarakat,” tegas Kompol I Nyoman Budiasa.

Pihak kepolisian juga menghimbau masyarakat, khususnya yang terkait langsung dengan kasus ini, untuk tetap menjaga ketertiban dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada Pengadilan Negeri Semarapura. sug/nbc




Bakso ‘Tule’ Andalan DPC PDIP Klungkung  Raih Juara 2  Lomba Nasional Olahan Pangan Lokal

NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Dalam rangka memperingati Hari Kartini dan menyambut Bulan Bung Karno 2025, serta mendukung kesinambungan program nasional “Menanam Tanaman Pendamping Beras”, DPP PDI Perjuangan melalui Bidang Perempuan dan Anak yang diketuai oleh I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menyelenggarakan Lomba Olahan Pangan Lokal Murah Meriah & Bergizi untuk Pencegahan Stunting dan Menu Harian Tingkat Nasional.

Setiap Dewan Pengurus Cabang (DPC) diminta mengirimkan video dokumentasi resep dan hasil olahan ke DPD masing-masing pada minggu ketiga April 2025. 

Dari semua peserta, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Klungkung berhasil menembus 10 besar terbaik dan meraih peringkat ke-2 nasional melalui menu unggulan mereka : Bakso Tahu Lele (Bakso Tule).

“Olahan ini kami pilih karena mudah ditemukan, murah, dan punya nilai gizi tinggi yang sangat baik untuk pencegahan stunting. Yang penting lagi, ini bisa jadi menu harian, bukan sekadar untuk lomba,” kata Ketua DPC PDIP Klungkung sekaligus Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, usai menerima penghargaan di Jakarta, Kamis (8/5/2025).

Untuk juara satu diraih Banyuwangi, kedua Klungkung dan ke tiga DPC PDIP Jembrana.

Ia menambahkan, olahan ini merupakan hasil diskusi seluruh tim di DPC PDIP Klungkung, yang berkomitmen untuk mendukung kedaulatan pangan berbasis potensi lokal.

Kreasi menu “Bakso Tule” ini digagas dan dimasak langsung oleh Nyonya Eva Satria, istri Bupati Klungkung I Made Satria, bersama tim.

 Ia menyampaikan bahwa bahan utama dari menu ini adalah tahu dan lele yang dibumbui dengan rempah sederhana dan dilengkapi dengan lontong sebagai sumber karbohidrat.

“Bakso tule ini murah, mudah dibuat, dan sangat bergizi. Dalam video yang kami kirim, juga telah kami sajikan bahan serta cara pembuatannya secara lengkap,” ujar Eva Satria.

Lomba ini juga merupakan bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan resep tradisional Indonesia, yang nantinya akan dimuat dalam buku “Mustika Rasa dan Inspirasi Resep Megawati Soekarnoputri”. 

Buku ini diharapkan menjadi inspirasi nasional untuk menyajikan menu rumahan yang lezat, murah, dan bergizi, terutama untuk perempuan, anak-anak, dan keluarga secara umum.

“Ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen partai terhadap ketahanan pangan keluarga dan kesehatan generasi penerus bangsa,” imbuh Gung Anom.

Keberhasilan DPC PDIP Klungkung menunjukkan bahwa inovasi pangan lokal yang sederhana dapat memberikan dampak besar, baik dalam konteks pencegahan stunting, maupun sebagai solusi kemandirian pangan di tengah kondisi ekonomi yang menantang. sug/nbc