{"id":10662,"date":"2026-07-07T14:16:32","date_gmt":"2026-07-07T14:16:32","guid":{"rendered":"https:\/\/narasibali.com\/?p=10662"},"modified":"2026-07-07T14:16:34","modified_gmt":"2026-07-07T14:16:34","slug":"resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/","title":{"rendered":"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><mark style=\"background-color:rgba(0, 0, 0, 0)\" class=\"has-inline-color has-vivid-red-color\">NARASIBALI.COM, JAKARTA <\/mark>&#8211;<\/strong> Keterangan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang <em>Narasibali.com<\/em>, 7 Juli 2026 menyebutkan perkembangan terkini ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut mengurangi tekanan di pasar energi global, tercermin dari harga minyak yang kembali mendekati level sebelum konflik dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Kendati demikian, risiko geopolitik masih perlu dicermati mengingat stabilitas kawasan masih rentan terhadap potensi eskalasi baru.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indikator perekonomian global di atas ekpektasi pasar, namun mengalami divergensi antarnegara di tengah tekanan inflasi yang meningkat. Amerika Serikat cenderung resilien dengan pasar tenaga kerja yang solid namun inflasi mengalami kenaikan, sementara Tiongkok masih menghadapi lemahnya konsumsi domestik dan investasi swasta. Di Eropa, aktivitas ekonomi masih tertahan oleh permintaan yang lemah meskipun sektor manufaktur mulai membaik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada Juni 2026, OECD dan World Bank merevisi ke bawah outlook pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 2,8 persen dan 2,5 persen, namun berpotensi semakin menurun jika konflik kembali meningkat atau gangguan pasokan komoditas energi berlangsung berkepanjangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prospek pertumbuhan yang masih dibayangi lemahnya permintaan global, perlambatan ekonomi Tiongkok, serta meningkatnya prospek higher for longer, mempengaruhi risk appetite investor global di pasar keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di domestik, indikator ekonomi termoderasi di tengah mulai meningkatnya tekanan inflasi. Sementara itu, PMI manufaktur melemah, surplus perdagangan menyempit dan cadangan devisa menurun, namun stabilitas tetap terjaga melalui bauran kebijakan fiskal dan moneter.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejalan dengan perkembangan tersebut, stabilitas sektor keuangan tetap terjaga didukung oleh meredanya tekanan eksternal dan respons kebijakan yang memadai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perkembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK)\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasar saham domestik masih berada pada fase konsolidasi di Juni 2026, dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global dan penyesuaian (rebalancing) portofolio investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 5.643,19, terkoreksi 7,90 persen mtm atau 34,74 persen ytd. Di tengah dinamika tersebut, resiliensi dan likuiditas pasar modal dalam negeri secara umum tetap manageable.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi likuiditas, rata-rata bid-ask spread di pasar saham domestik di Juni 2026 berada di level 1,75 persen, yang menunjukkan kondisi likuiditas pasar secara umum tetap terjaga (Mei 2026: 1,50 persen). Sementara itu, Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) di pasar saham tercatat sebesar Rp22,23 triliun (Mei 2026: Rp22,86 triliun). Lebih lanjut, investor asing membukukan net sell di pasar saham senilai Rp19,63 triliun (Mei 2026: net sell Rp4,10 triliun) seiring volatilitas pasar keuangan global dan penyesuaian portofolio investor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Juni 2026 ditutup pada level 429,85; terkoreksi 1,69 persen mtm atau 2,49 persen ytd. Adapun yield Surat Berharga Negara (SBN) pada periode yang sama secara rata-rata mengalami kenaikan sebesar 40,00 bps mtm atau 96,22 bps ytd, dipengaruhi oleh dinamika persepsi risiko akibat ketidakpastian global. Meskipun pasar obligasi bergerak dinamis, minat investor asing tetap positif terhadap SBN, tercermin dari net buy sebesar Rp22,43 triliun mtm (Mei 2026: net sell Rp3,70 triliun). Sementara itu, pasar obligasi korporasi mencatatkan net sell asing sebesar Rp0,07 triliun mtm (Mei 2026: net buy Rp0,20 triliun).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejalan dengan perkembangan pasar, kinerja industri pengelolaan investasi menunjukkan moderasi terbatas di bulan laporan. Nilai Asset Under Management (AUM) per 30 Juni 2026 mencapai Rp1.011,81 triliun, mencatatkan penurunan moderat sebesar 3,14 persen mtm atau 2,96 persen ytd.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana tercatat sebesar Rp652,90 triliun, turun 4,79 persen mtm atau 3,32 persen ytd. Investor Reksa Dana membukukan net redemption sebesar Rp23,75 triliun secara mtm, sedangkan secara ytd tercatat net redemption terbatas sebesar Rp2,14 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seiring dengan inisiatif pendalaman pasar yang konsisten dilakukan OJK, Self-Regulatory Organizations (SRO) dan industri jasa keuangan, jumlah investor di pasar modal domestik terus menunjukkan tren peningkatan, dengan penambahan sebanyak 1,21 juta investor baru pada Juni 2026 (mtm). Dengan perkembangan tersebut, secara ytd jumlah investor di pasar modal tumbuh 42,22 persen menjadi 28,96 juta investor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari sisi intermediasi, pasar modal domestik terus menjalankan peran pentingnya sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha. Hingga akhir Juni 2026 (ytd), nilai fundraising oleh korporasi di pasar modal telah mencapai Rp112,67 triliun, terdiri dari 7 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 12 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 9 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan\/atau Sukuk (EBUS), dan 98 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS. Sementara pada pipeline, terdapat 11 rencana Penawaran Umum dengan nilai indikatif Rp15,84 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun untuk penggalangan dana oleh dunia usaha melalui Securities Crowdfunding (SCF), sepanjang Juni 2026 terdapat 22 Efek baru serta 6 penerbit baru, dengan dana dihimpun senilai Rp39,14 miliar. Dengan perkembangan tersebut, total nilai dana dihimpun melalui SCF telah mencapai Rp1,98 triliun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di pasar derivatif keuangan, sejak 10 Januari 2025 hingga 30 Juni 2026, terdapat 113 pihak yang telah memperoleh persetujuan prinsip dari OJK. Volume transaksi tercatat sebanyak 49.920 lot pada Juni 2026 (mtm), sehingga secara agregat telah mencapai 235.343 lot. Sementara di Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 30 Juni 2026, secara total terdapat 155 pengguna jasa yang telah terdaftar. Secara agregat, volume transaksi tercatat sebanyak 1,98 juta tCO2e, dengan akumulasi nilai transaksi mencapai Rp93,81 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rangka penegakan ketentuan dan pelindungan konsumen di bidang PMDK, selama tahun 2026 (ytd per 30 Juni 2026) OJK telah mengenakan Sanksi Administratif atas pemeriksaan kasus di bidang PMDK yang terdiri dari Sanksi Administratif Berupa Denda sebesar Rp86,26 miliar kepada 95 pihak, 2 sanksi Pencabutan Izin, 1 sanksi Pembatalan Surat Tanda Terdaftar (STTD), 6 sanksi Pembekuan Izin, 9 sanksi Peringatan Tertulis, serta 8 Perintah Tertulis. Selanjutnya, secara ytd OJK telah mengenakan Sanksi Administratif Berupa Denda atas keterlambatan dengan nilai sebesar Rp118,80 miliar kepada 362 pihak, dan mengenakan 106 sanksi Peringatan Tertulis. Selain itu, OJK juga mengenakan 105 sanksi Peringatan Tertulis atas pelanggaran selain keterlambatan non-kasus.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sepanjang bulan Juni 2026, OJK mengenakan Sanksi Administratif Berupa Denda atas pelanggaran ketentuan perundang-undangan di bidang PMDK sebesar Rp1,22 miliar dan 2 Peringatan Tertulis kepada 1 Emiten dan 1 Perusahaan Efek, serta 1 Sanksi Administratif berupa Pencabutan Izin kepada Perusahaan Efek.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perkembangan Sektor Perbankan (PBKN)\u00a0\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga. Pada Mei 2026, kredit tumbuh sebesar 11,51 persen yoy menjadi sebesar Rp8.918 triliun (April 2026: tumbuh sebesar 9,98 persen yoy).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 21,95 persen, diikuti oleh Kredit Modal Kerja sebesar 8,09 persen, sedangkan Kredit Konsumsi sebesar 5,89 persen. Adapun berdasarkan kategori debitur, kredit dengan pertumbuhan tertinggi adalah kredit korporasi yang tumbuh sebesar 18,39 persen yoy, sementara itu kredit UMKM melanjutkan tren peningkatan dengan tumbuh positif sebesar 0,60 persen yoy (April 2026: 0,16 persen yoy). Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh tertinggi yaitu sebesar 15,98 persen yoy.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Porsi produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) perbankan tercatat sebesar 0,34 persen. Per Mei 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh sebesar 37,72 persen yoy (April 2026: tumbuh 37,29 persen yoy) menjadi Rp30,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,76 juta (April 2026: 31,76 juta).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 13,49 persen yoy (April 2026: 11,39 persen yoy) menjadi Rp10.294 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh sebesar 20,53 persen yoy, 10,17 persen yoy, dan 10,21 persen yoy.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Likuiditas industri perbankan pada Mei 2026 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid\/Non-Core Deposit (AL\/NCD) dan Alat Likuid\/Dana Pihak Ketiga (AL\/DPK) masing-masing sebesar 108,20 persen (April 2026: 111,13 persen) dan 24,74 persen (April 2026: 25,39 persen) dan masih di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 186,54 persen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,17 persen (April 2026: 2,17 persen) dan NPL net terjaga di 0,84 persen (April 2026: 0,84 persen). Loan at Risk (LaR) tercatat sebesar 8,72 persen (April 2026: 8,82 persen). Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) sebesar 2,45 persen (April 2026: 2,46 persen).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketahanan permodalan perbankan tercatat kuat dengan buffer mitigasi risiko yang memadai, tecermin dari CAR tercatat sebesar 23,74 persen (April 2026: 23,97 persen).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait dengan pemberantasan perjudian daring yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta perbankan untuk melakukan Enhance Due Diligence (EDD) dan\/atau pemblokiran atas \u00b136.191 rekening (prev: \u00b133.836 rekening) yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian daring berdasarkan data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, serta melakukan perluasan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan (NIK) dari masing-masing pihak yang terindikasi perjudian daring serta melakukan EDD.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rangka penegakan ketentuan di bidang perbankan, OJK mencabut izin usaha PT BPR Ceper Permata Artha yang beralamat di Jalan Raya Klaten-Solo KM 8,4 Besole, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEPR-111\/D.03\/2026 tanggal 25 Juni 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Ceper Permata Artha.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, penyidik OJK berhasil menyita dan mengamankan 41 aset yang diduga terkait dengan tindak pidana perbankan syariah di Kota Medan, Sumatera Utara. Penyitaan dilakukan berdasarkan penetapan resmi Pengadilan Negeri setempat sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan pemulihan kerugian bank (aset recovery). Keberhasilan penyitaan aset tersebut merupakan hasil sinergi dan koordinasi OJK dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Kejaksaan, Pengadilan, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Penyidik OJK senantiasa berkoordinasi secara aktif dengan Aparat Penegak Hukum (APH) lain dalam penyelesaian proses penyidikan melalui kerja sama dalam penegakan hukum di sektor jasa keuangan. <strong>red\/nbc<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NARASIBALI.COM, JAKARTA &#8211; Keterangan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang Narasibali.com, 7 Juli 2026 menyebutkan perkembangan terkini ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut mengurangi tekanan di pasar energi global, tercermin dari harga minyak yang kembali mendekati level sebelum konflik dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Kendati demikian, risiko geopolitik masih perlu dicermati mengingat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10663,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[30,37,36],"tags":[],"class_list":["post-10662","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita-utama","category-daerah","category-ekonomi-bisnis"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.6 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan - Narasi Bali<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan - Narasi Bali\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"NARASIBALI.COM, JAKARTA &#8211; Keterangan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang Narasibali.com, 7 Juli 2026 menyebutkan perkembangan terkini ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut mengurangi tekanan di pasar energi global, tercermin dari harga minyak yang kembali mendekati level sebelum konflik dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Kendati demikian, risiko geopolitik masih perlu dicermati mengingat [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Narasi Bali\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-07T14:16:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-07T14:16:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"482\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"271\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"author\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"author\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/\",\"url\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/\",\"name\":\"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan - Narasi Bali\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg\",\"datePublished\":\"2026-07-07T14:16:32+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-07T14:16:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/#\/schema\/person\/eab41d0e1ba72c24f62144884d131710\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg\",\"width\":482,\"height\":271,\"caption\":\"Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 Juli 2026. Sumber Foto: OJK\/nbc\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/narasibali.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/narasibali.com\/\",\"name\":\"Narasi Bali\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/narasibali.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/#\/schema\/person\/eab41d0e1ba72c24f62144884d131710\",\"name\":\"author\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/narasibali.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6131e0ca2b58b802793572ab9d419f47f664efd7d9f5e3482e881e3f8bd2ba90?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6131e0ca2b58b802793572ab9d419f47f664efd7d9f5e3482e881e3f8bd2ba90?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"author\"},\"url\":\"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/author\/suparthaputrigmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan - Narasi Bali","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan - Narasi Bali","og_description":"NARASIBALI.COM, JAKARTA &#8211; Keterangan resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang Narasibali.com, 7 Juli 2026 menyebutkan perkembangan terkini ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut mengurangi tekanan di pasar energi global, tercermin dari harga minyak yang kembali mendekati level sebelum konflik dan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Kendati demikian, risiko geopolitik masih perlu dicermati mengingat [&hellip;]","og_url":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/","og_site_name":"Narasi Bali","article_published_time":"2026-07-07T14:16:32+00:00","article_modified_time":"2026-07-07T14:16:34+00:00","og_image":[{"width":482,"height":271,"url":"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"author","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"author","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/","url":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/","name":"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan - Narasi Bali","isPartOf":{"@id":"https:\/\/narasibali.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg","datePublished":"2026-07-07T14:16:32+00:00","dateModified":"2026-07-07T14:16:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/narasibali.com\/#\/schema\/person\/eab41d0e1ba72c24f62144884d131710"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#primaryimage","url":"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg","contentUrl":"https:\/\/narasibali.com\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/Resiliensi-dan-Kinerja-Intermediasi-Sektor-Jasa-Keuangan-Terjaga-sebagai-Modalitas-Mendorong-Pertumbuhan.jpg","width":482,"height":271,"caption":"Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 Juli 2026. Sumber Foto: OJK\/nbc"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/2026\/07\/07\/resiliensi-dan-kinerja-intermediasi-sektor-jasa-keuangan-terjaga-sebagai-modalitas-mendorong-pertumbuhan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/narasibali.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Resiliensi dan Kinerja Intermediasi Sektor Jasa Keuangan Terjaga sebagai Modalitas Mendorong Pertumbuhan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/narasibali.com\/#website","url":"https:\/\/narasibali.com\/","name":"Narasi Bali","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/narasibali.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/narasibali.com\/#\/schema\/person\/eab41d0e1ba72c24f62144884d131710","name":"author","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/narasibali.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6131e0ca2b58b802793572ab9d419f47f664efd7d9f5e3482e881e3f8bd2ba90?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6131e0ca2b58b802793572ab9d419f47f664efd7d9f5e3482e881e3f8bd2ba90?s=96&d=mm&r=g","caption":"author"},"url":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/author\/suparthaputrigmail-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10662","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10662"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10662\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10664,"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10662\/revisions\/10664"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10663"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10662"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10662"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/narasibali.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10662"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}