NARASIBALI.COM, NUSA DUA BALI – Gubernur Bali, I Wayan Koster menegaskan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dicintai dan dipercaya dunia. Namun, ia menekankan bahwa kepercayaan tersebut harus dijaga melalui penguatan tata kelola destinasi, penyelesaian isu-isu utama, serta komitmen bersama untuk membangun pariwisata berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Closing Press Conference The 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 30 Mei 2026 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
“Bali harus tetap menjadi Bali. Kekuatan utama Bali bukan hanya pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kekayaan, keunikan, dan kemuliaan budaya yang menyatu dengan kehidupan spiritual masyarakat Bali. Inilah yang membuat Bali terus dicintai dan dipercaya dunia,” ujar Gubernur Koster.
BBTF 2026 mencatat potensi transaksi sebesar Rp 6,9 triliun, dengan partisipasi 407 buyer dari 44 negara dan 286 seller dari 4 negara serta 12 provinsi di Indonesia. Capaian ini mencerminkan daya tarik Bali dan Indonesia yang tetap kuat di pasar pariwisata internasional, di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.
Gubernur Koster menyampaikan bahwa pariwisata memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi Bali, tidak hanya bagi hotel dan restoran, tetapi juga transportasi, UMKM, petani, nelayan, perajin, dan masyarakat lokal. Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa isu seperti sampah, kemacetan, infrastruktur, energi, perizinan, dan penghormatan terhadap nilai budaya Bali harus ditangani secara serius.
“Isu seperti sampah, kemacetan, air, energi, dan pelanggaran tata kelola tidak boleh diabaikan. Ini harus kita selesaikan bersama dan didukung penyelesaiannya oleh Pemerintah pusat serta pembahasan di DPR. Keseriusan menyelesaikan permasalahan ini karena Pariwisata adalah sektor strategis yang dapat mengangkat ekonomi masyarakat. Pariwisata Bali harus dijalankan dengan tertib dan disiplin, berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat,” tegasnya.
Gubernur Koster juga mengapresiasi BBTF sebagai platform efektif untuk mempromosikan Bali dan Indonesia, sekaligus mendorong agar penyelenggaraan ke depan memiliki cakupan yang lebih luas, konten yang lebih kaya, dan kualitas yang semakin meningkat.
Ketua Panitia BBTF 2026 sekaligus Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, S.AB., M.A.P., menyampaikan bahwa nilai BBTF tidak berhenti pada angka transaksi. Dampak terbesarnya justru berlanjut melalui tindak lanjut bisnis, kontrak lanjutan, pengembangan itinerary baru, perluasan pasar, kemitraan yang lebih kuat, serta keputusan buyer untuk membawa lebih banyak wisatawan ke Indonesia.
“Nilai transaksi memang penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Sebuah travel trade show tidak berhenti ketika booth ditutup atau ketika pertemuan bisnis terakhir selesai. Nilai terbesarnya justru berlanjut setelah penyelenggaraan,” ujar Winastra.
Menurutnya, BBTF 2026 memberikan tiga pesan penting: kepercayaan terhadap Bali dan Indonesia tetap kuat, pasar global semakin selektif, dan kompetisi ke depan akan sangat ditentukan oleh kesiapan destinasi.
“Promosi saja tidak lagi cukup. Destinasi harus siap dari sisi produk, layanan, akses, infrastruktur, storytelling, dan manajemen. Buyer membutuhkan keyakinan bahwa apa yang mereka jual dapat diberikan secara konsisten di lapangan,” tambahnya.
Menutup penyelenggaraan BBTF 2026, panitia memperkenalkan arah awal The 13th Bali & Beyond Travel Fair 2027 yang akan berlangsung pada 9–11 Juni 2027 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan tema “Bali & Beyond: Regenerative Travel, Elevated.”
“Dengan hasil dan pembelajaran dari BBTF 2026, kami memperkenalkan BBTF 2027 dengan tema ‘Bali & Beyond: Regenerative Travel, Elevated.’ Tema ini akan membawa percakapan pariwisata Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi – bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi tentang kualitas pertumbuhan dan dampak positif bagi masyarakat, budaya, dan alam,” jelas Winastra.
BBTF 2026 menjadi pengingat bahwa Bali tetap dipercaya dunia. Menjaga kepercayaan itu membutuhkan kolaborasi, disiplin, kesiapan destinasi, produk yang berkualitas, tata kelola yang kuat, dan komitmen agar pariwisata tumbuh dengan martabat serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. tha/nbc
#NarasibaliCom
#BeritaBali
#PortalBeritaBali
#InfoBali
# BBTF2026
#PariwisataBali





