NARASIBALI.COM, DENPASAR – Meski capaian transaksi berada di bawah target Rp7,6 triliun dan mengalami penurunan sekitar 12 persen dibandingkan BBTF 2025 yang mencatat transaksi Rp7,84 triliun, Gubernur Koster tetap mengakui BBTF 2026 sukses. Pengakuan ini bukan tanpa alasan. Bagi Gubernur Koster penurunan nilai transaksi itu diduga dipengaruhi berkurangnya jumlah partisipan tour operator dari sejumlah negara Eropa yang tidak dapat hadir akibat dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pengakuan keberhasilan BBTF 2026 yang mengangkat tema Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage oleh orang nomor satu di Baki itu saat Press Conference. Gubernur Koster juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah bekerja maksimal sehingga BBTF 2026 berjalan lancar.
Apresiasi juga dismapaikan Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan ajang pertemuan bisnis pariwisata terbesar di Indonesia Timur ini.
“Atas nama Komite Organisasi BBTF 2026, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk kejayaan acara tahun ini. Setelah BBTF 2026 berakhir, kami mencatat potensi nilai transaksi Rp6,9 triliun,” ujar I Putu Winastra.
Namun, ia menegaskan nilai Rp6,9 triliun bukanlah satu-satunya tolak ukur keberhasilan BBTF sebagai marketplace travel trade. Nilai sejati BBTF terletak pada perjanjian bisnis, ekspansi pasar, kemitraan strategis, pengembangan produk, dan peningkatan kunjungan wisatawan ke Indonesia di bulan dan tahun mendatang.
Di tengah persaingan destinasi global yang semakin ketat, Bali masih menjadi primadona masuknya wisatawan ke Indonesia. Sementara itu, minat terhadap destinasi di luar Bali terus berkembang. Hal ini menunjukkan kekuatan portofolio pariwisata Indonesia dan relevansi destinasi nasional di pasar internasional.

Putu Winastra juga mengumumkan penyelenggaraan BBTF ke-13 yang akan berlangsung pada 9–11 Juni 2027. Mengusung semangat evolusi dari tema gastronomi BBTF 2026, BBTF 2027 yang akan mengangkat tagline “Bali and Beyond Regenerative Travel Elevated”.
“Perjalanan regeneratif lebih dari sekadar meminimalkan dampak negatif. Tujuannya adalah memperkuat hasil positif bagi destinasi melalui pemberdayaan komunitas lokal, perlindungan identitas budaya, pelestarian aset alam, dan penciptaan peluang ekonomi inklusif,” tegas Winastra.
BBTF 2027 akan mendorong para pemimpin industri, destinasi, dan pariwisata untuk melampaui ukuran kuantitas pertumbuhan. Fokusnya bergeser pada kualitas pertumbuhan: yaitu bagaimana pariwisata dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan bagi komunitas, budaya, dan lingkungan.
“Kami percaya Bali dan Indonesia memiliki posisi unik untuk memimpin konversi ini. Kami menantikan seluruh mitra global, buyer, seller, dan pelaku industri untuk bergabung di BBTF 2027, bersama menciptakan industri pariwisata yang lebih sejahtera, kompetitif, dan berwawasan masa depan,” tutup I Putu Winastra.
Gubernur Wayan Koster mengungkapkan meskipun jumlah wisatawan yang datang ke Bali mengalami penurunan sekitar 7 persen pada Mei 2026 akibat konflik di Timur Tengah, penerimaan daerah dari sektor pariwisata justru meningkat.
“Hingga 27 Mei 2025, PHR mencapai 2,89 triliun rupiah, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,62 triliun rupiah,” sebutnya.
Menurut Koster, data tersebut menunjukkan wisatawan yang berkurang umumnya merupakan wisatawan yang menginap di akomodasi tidak berizin. Sementara hotel-hotel berbintang dan akomodasi resmi tetap mencatat tingkat hunian yang tinggi dengan wisatawan berkualitas.
Untuk itu pihaknya berjanji akan mendukung pelaksanaan BBTF 2027 dan mengembangkannya lebih luas dengan merangkul NTB dan NTT. Dengan nada semangat Gubernur Koster juga mengusulkan namanya Bali Nusa Travel Fair.
“Saya akan mendorong BBTF agar cakupannya lebih besar lagi. Saya mengusulkan agar tahun 2027 namanya dikaji menjadi Bali Nusa Travel Fair, agar kita bisa berkolaborasi merangkul NTB dan NTT juga,” ujar Koster.
Usai Presscon, Gubernur Koster bersama Wamenpar Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati atau Ni Luh Puspa didampingi Ketua Panitia Putu Winastra menyempatkan diri meninjau sejumlah stand serta berdialog dengan para buyer dan seller yang meramaikan BBTF 2026. tha/nbc
#NarasibaliCom
#BeritaBali
#PortalBeritaBali
#InfoBali
# BBTF2026
#PariwisataBali





