NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Menjaga keberlangsungan lahan pertanian di tengah maraknya alih fungsi lahan Desa Adat Lepang, Banjarangkan, berencana mengoptimalkan lahan milik desa adat yang selama ini belum termanfaatkan menjadi area persawahan produktif.
Bendesa Adat Lepang, I Made Merta, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan yang saat ini menjadi prioritas pemerintah. Rencana pengelolaan lahan itu telah mendapat persetujuan masyarakat melalui paruman desa adat yang digelar beberapa waktu lalu.
Menurutnya, lahan yang akan dikembangkan memiliki luas sekitar 1,17 hektare. Selama ini area tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena kondisi topografinya berada di lokasi yang lebih tinggi sehingga sulit memperoleh pasokan air untuk pertanian.
“Perlu dilakukan penataan terlebih dahulu agar lahan bisa dialiri air dan menjadi produktif. Kalau tidak ditata, lahan tersebut akan tetap terbengkalai,” ujarnya, Sabtu (30/5/2026).
Sebagai tindak lanjut, desa adat telah membentuk tim khusus yang bertugas menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga guna merealisasikan program tersebut.
Selain fokus pada sektor pertanian, Desa Adat Lepang juga tengah menyiapkan pembentukan Badan Usaha Milik Desa Adat (BUPDA). Untuk mendukung rencana itu, desa adat berencana mengembangkan unit usaha baru melalui pembangunan pasar desa.
Lahan yang selama ini dimanfaatkan sebagai tempat penyosohan beras akan dialihkan fungsinya menjadi kawasan pasar. Pertimbangan tersebut diambil karena aktivitas penyosohan dinilai kurang memberikan hasil yang optimal, sementara pasar yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menampung aktivitas ekonomi masyarakat.
Merta menjelaskan, sumber pendanaan pembangunan pasar nantinya diharapkan berasal dari hasil kerja sama pengelolaan lahan yang akan ditata menjadi area persawahan produktif. Dengan skema tersebut, desa adat berupaya mengembangkan potensi ekonomi tanpa membebani krama desa.
“Harapannya, program ketahanan pangan bisa berjalan, ekonomi desa adat juga berkembang, dan masyarakat tidak terbebani biaya tambahan,” tegasnya. sug/nbc
#NarasibaliCom
#BeritaBali
#PortalBeritaBali
#InfoBali
# DesaAdatLepang
#LahanTidur
#KetahananPangan





