NARASIBALI.COM, DENPASAR – Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam kunjungan resmi delegasi Pemerintah Prefektur Miyagi yang dipimpin Wakil Gubernur Miyagi Kobayashi Miyamoto bersama Ketua DPRD Prefektur Miyagi Ko Sasaki dan sejumlah pimpinan lembaga setingkat dinas. Delegasi diterima langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster di Jayasabha Denpasar pada Rabu (3/6/2026).
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun antara Bali dan Miyagi, sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang secara lebih luas.
Wakil Gubernur Miyagi Kobayashi Miyamoto menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya kepada Indonesia, khususnya atas dukungan yang pernah diberikan saat Prefektur Miyagi dilanda gempa besar beberapa tahun lalu.
Ia menegaskan bahwa hubungan antara Miyagi dan Indonesia selama ini telah berkembang erat, terutama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia.
“Kami menyampaikan rasa hormat sebesar-besarnya dan terima kasih atas bantuan yang diberikan saat daerah kami tertimpa gempa besar beberapa tahun lalu. Selama ini Prefektur Miyagi dan Indonesia senantiasa bekerja sama erat, terutama dalam pengembangan SDM,” ujar Kobayashi.
Ia menjelaskan bahwa Miyagi merupakan wilayah yang sejak lama dikenal sebagai pusat industri kelautan dan perikanan di Jepang. Karena itu, tenaga kerja asal Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung industri tersebut.
“Miyagi adalah daerah perikanan dan kelautan sejak dahulu. Banyak awak kapal dari Indonesia bekerja di Jepang, terutama untuk penangkapan ikan tuna. Tanpa awak kapal asal Indonesia, kami tidak bisa berjalan hingga saat ini,” katanya.
Kobayashi juga menyampaikan bahwa kapal latih perikanan Miyagimaru dijadwalkan berlabuh di Pelabuhan Benoa pada hari yang sama sebagai bagian dari rangkaian kerja sama dan hubungan antardaerah.
Menurutnya, penandatanganan kerja sama tersebut akan semakin mempererat hubungan persaudaraan antara Prefektur Miyagi dan Provinsi Bali.
Ketua DPRD Prefektur Miyagi, Kou Sasaki, mengaku bahagia dapat kembali mengunjungi Bali untuk kedua kalinya dan menyaksikan langsung penandatanganan kerja sama yang telah lama dipersiapkan.
“Kami sangat senang dan bahagia akhirnya Letter of Intent (LoI) antara Miyagi dan Bali dapat ditandatangani. Kami selalu mendukung hubungan erat antara Prefektur Miyagi dan Provinsi Bali,” ujarnya.
Menurut Sasaki, kesepakatan tersebut akan menjadi bagian penting dalam sejarah hubungan kedua daerah.
“Penandatanganan perjanjian ini akan menjadi sejarah hubungan Miyagi dan Bali. Kami sepenuhnya mendukung kerja sama dua daerah ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa hubungan yang dibangun tidak hanya terbatas pada tingkat pemerintahan, tetapi juga diharapkan berkembang menjadi hubungan yang lebih kuat antarmasyarakat kedua wilayah.
“Kunjungan ini menjadi momentum bahwa hubungan baik ini tidak hanya antara kepala daerah, tetapi juga hubungan antarwarga,” tambahnya.
Koster: Jepang Menjadi Role Model Bali dalam Menjaga Budaya di Tengah Modernisasi
Gubernur Bali Wayan Koster menyambut hangat kunjungan delegasi Prefektur Miyagi dan menilai kerja sama tersebut sangat penting untuk memperkuat hubungan Bali dengan Jepang yang selama ini telah terjalin dengan baik.
“Saya sangat senang dengan kunjungan dan pertemuan bersama jajaran pimpinan Prefektur Miyagi hari ini. Pertemuan dan perjanjian kerja sama ini sangat baik untuk mempererat hubungan Bali dan Jepang secara keseluruhan yang selama ini sudah sangat baik,” ujarnya.
Koster menjelaskan bahwa hubungan Bali dan Jepang selama ini telah berkembang dalam berbagai sektor strategis, mulai dari pariwisata, ketenagakerjaan, pendidikan hingga perdagangan dan investasi.
Menurutnya, Jepang juga menjadi salah satu pasar penting bagi komoditas perikanan Bali.
“Kerja sama yang sudah berjalan meliputi pariwisata, ketenagakerjaan, pendidikan, termasuk perdagangan dan ekonomi karena banyak pelaku perikanan di Bali melakukan ekspor ikan ke Jepang, seperti tuna, kerapu, cakalang dan komoditas lainnya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada generasi muda Bali untuk menempuh program magang dan bekerja di Jepang.
“Saya berterima kasih atas kerja sama yang baik karena banyak anak muda Bali yang setelah lulus SMA maupun SMK mengikuti program magang di Jepang dan kemudian melanjutkan tinggal serta bekerja di sana,” katanya.
Lebih jauh, Koster menilai Bali dan Jepang memiliki kesamaan nilai budaya yang menjadi fondasi kuat dalam membangun kerja sama jangka panjang.
“Kami berharap kerja sama ini terus ditingkatkan karena secara khusus Bali dan Jepang memiliki kultur yang nilai-nilainya hampir sama,” ujarnya.
Menurut Koster, Jepang menjadi salah satu contoh terbaik bagi Bali dalam menjaga warisan budaya di tengah derasnya arus modernisasi global.
“Kami di Bali memiliki budaya yang beragam dan unik yang harus terus dijaga agar tetap lestari menghadapi perkembangan zaman. Modernisasi harus dijalankan tanpa meninggalkan budaya, bahkan harus memperkuat ketahanan budaya. Kami menjadikan Jepang sebagai salah satu role model dalam mempertahankan budaya di tengah modernisasi,” tegasnya.
Selain itu, Koster juga mengapresiasi wisatawan Jepang yang selama ini menjadi bagian penting dalam industri pariwisata Bali.
“Warga Jepang yang datang ke Bali terkenal sangat baik dan disiplin. Karena itu kami senang sekali dengan kehadiran mereka,” katanya.
Rangkaian pertemuan ditutup dengan prosesi pertukaran cinderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama antara kedua daerah.
Delegasi Prefektur Miyagi menerima kain tenun endek Bali yang merupakan salah satu warisan budaya khas Pulau Dewata. Selain itu, turut diserahkan minuman tradisional arak Bali sebagai representasi kekayaan budaya lokal yang kini semakin dikenal di tingkat internasional.
Pertukaran cinderamata tersebut menjadi penanda semakin eratnya hubungan antara Bali dan Prefektur Miyagi, sekaligus memperkuat komitmen kedua pihak untuk mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai sektor strategis pada masa mendatang.
Dengan penandatanganan kerja sama ini, Bali dan Miyagi diharapkan dapat memperluas kolaborasi dalam pengembangan SDM, peningkatan industri perikanan, pertukaran budaya, pendidikan, perdagangan, hingga sektor pariwisata yang menjadi kekuatan utama kedua wilayah. Hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun itu kini memasuki fase baru yang lebih konkret dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat kedua daerah. tha/nbc
#NarasibaliCom
#BeritaBali
#PortalBeritaBali
#InfoBali
# PemerintahPrefekturMiyagiJepang
# PemprovBali





