NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Meroketnya harga harga utamanya bahan material bangunan dikawasan Nusa Penida malah hampir menyentuk 200 persen, membuat pemda Klungkung harus putar otak menyikapi kondisi tersebut. Mengingat perbedaan harga kebutuhan pokok hingga material bangunan antara wilayah Nusa Penida dengan Klungkung daratan masih menjadi keluhan masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong Bupati Klungkung I Made Satria mengusulkan sekaligus memperjuangkan penambahan jadwal keberangkatan KMP Nusa Jaya Abadi dari Pelabuhan Padangbai menuju Nusa Penida.
KMP Nusa Jaya Abadi merupakan kapal perintis milik Pemerintah Kabupaten Klungkung yang selama ini operasionalnya masih mendapat subsidi pemerintah. Kapal tersebut menjadi salah satu jalur utama distribusi barang dan kebutuhan masyarakat dari daratan menuju kepulauan Nusa Penida.
Made Satria mengatakan, penambahan perjalanan kapal menjadi aspirasi masyarakat Nusa Penida yang berharap adanya pemerataan harga dengan wilayah Klungkung daratan, seperti Kecamatan Klungkung, Dawan, dan Banjarangkan.
“Saya minta tambahan trip untuk kapal Roro (KMP Nusa Jaya Abadi). Ini keinginan masyarakat Nusa Penida yang merasa belum mendapatkan keadilan. Tidak boleh ada perbedaan harga yang signifikan antara Nusa Penida dan daerah lain di Bali,” ujar Made Satria, Selasa (16/6/2026).
Ia mencontohkan harga material pasir di Nusa Penida yang jauh lebih mahal dibandingkan wilayah daratan Klungkung. Menurutnya, selisih harga tersebut bahkan bisa mencapai empat kali lipat.
“Selama ini kapal Roro mendapat dua kali keberangkatan dalam sehari. Kami usulkan agar ditambah menjadi tiga kali keberangkatan, sehingga distribusi kebutuhan pokok maupun material bisa lebih lancar. Dampaknya tentu diharapkan dapat menyesuaikan harga di masyarakat,” jelasnya.
Usulan tersebut, kata Made Satria, mendapat respons positif dari Gubernur Bali Wayan Koster. Pihak terkait juga telah diminta untuk melakukan kajian terkait kemungkinan penambahan trip kapal tersebut.
Menurutnya, penambahan perjalanan memang akan berdampak pada peningkatan biaya operasional kapal. Namun, hal itu dinilai lebih baik dibandingkan membiarkan masyarakat terus menghadapi perbedaan harga yang terlalu tinggi.
“Dengan penambahan trip tentu ada tambahan biaya operasional untuk KMP Nusa Jaya Abadi. Tapi itu tidak masalah, lebih baik biaya operasional bertambah daripada masyarakat menjerit karena harga kebutuhan pokok dan material terlalu jauh berbeda,” ungkapnya. sug/nbc







