NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Duta Kabupaten Klungkung, Sekaa Gong Kebyar Wanita Wakul Mas (Wadon Klungkung Mesikian) dari Desa Adat Bakas, Kecamatan Banjarangkan sukses memukau ribuan penonton pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Art Center, Denpasar, Senin (29/6/2026).
Tampil apik mebarung dengan Duta Kabupaten Tabanan, Sekaa Gong Wakul Mas (Wadon Klungkung Mesikian) menyuguhkan tiga materi pementasan yang memikat. Mengawali pertunjukkan, mereka membawakan Tabuh Kreasi “Tedung Oncer” dalam karya tabuh kreasi ini, penata mencoba memadukan instrumen gong kebyar dengan angklung bambu atau angklung kocok sehingga menimbulkan kesan yang berbeda dalam sebuah jalinan
permainan melodi, ritme, tempo dan dinamika di setiap alunan nada yang ritmis dan indah.
Kemudian pementasan kedua membawakan Tari Kreasi “Ngampung”. Ngampung, adalah istilah lain dari manyi. Istilah ngampung masih sering digunakan oleh petani di berbagai daerah khususnya di daerah Klungkung. Terinspirasi dari istilah tersebut, penata menciptakan Tari Kreasi Ngampung yang menceritakan aktivitas petani di sawah yang sedang memanen padi.
Sebagai penutup disuguhkan pementasan Sandya Gita “Bayuh Baya” Bayuh berarti bayah atau membayar, sedangkan baya yang berarti bahaya. Terinspirasi dari banyaknya kegiatan-kegiatan masyarakat Hindu Bali untuk
menyeimbangkan energi spiritual dalam diri, alam semesta dan Sang Pencipta melalui berbagai proses ritual keagamaan.
Nyonya Eva Satria pada penampilan gong wanita wakil Klungkung ini sangat mengapresiasi penampilan sekee gong Wakul Mas dari Bakas ini.
“Proses upacara pabayuhan atau mebayuh adalah satu kegiatan yang paling sering kita jumpai. Proses ini memiliki makna simbolis dan energi tersendiri yang dapat memberikan perlindungan, kesejahteraan, dan keseimbangan spiritual,” ungkap Nyonya Eva Satria. sug/nbc







