NARASIBALI.COM, SEMARAPURA – Dikomando oleh seseorang yang kritis menata lingkungan sekolah yang dipimpinnya, Kepala SMA Negeri 2 Semarapura (SMADARA) wayan Janiarta terus berinovasi agar anak didiknya bisa memiliki wawasan minimal mengembangkan bakatnya ke depan. Karena tangan trampil kepemimpinannya itulah SMA Negeri 2 Semarapura (SMADARA) dipastikan bakal meraih Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026.
Hal tersebut menyusul penetapan pemenang dalam ajang lomba inovasi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali. Pada ajang kali ini, karya berjudul “RESIK (Revitalisasi Seni Kamasan): Integrasi Seni Lukis Wayang Kamasan Dalam Pembelajaran Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Bagi Generasi Muda” dinobatkan sebagai juara I pada kategori bidang Inovasi Digital.
Tim inovasi SMADARA yang terdiri atas delapan orang guru ini dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 2 Semarapura, Drs. I Wayan Janiarta, M.Si. Lelaki asal Desa Rendang Karangasem ini mengatakan, proses kompetisi berjalan cukup panjang. Bahkan, tim yang dia pimpin telah mempersiapkan karya sejak bulan Februari 2026 lalu.
“Ada beberapa tahap penilaian, mulai dari proposal, presentasi, dan terakhir visitasi atau kunjungan tim juri langsung ke sekolah,” ungkap Janiarta.
Setelah melalui proses panjang, hari yang dinanti pun tiba. Berdasarkan surat penetapan pemenang tertanggal 24 Juli 2026 yang dikeluarkan oleh BRIDA Provinsi Bali, Tim Inovasi SMADARA dinobatkan sebagai juara I dan berhak atas Anugerah Bali Swacitta Nugraha Tahun 2026 yang rencananya akan diserahkan bertepatan dengan perayaan HUT Provinsi Bali pada 14 Agustus 2026 mendatang.
Janiarta mengatakan, inovasi yang digarap SMADARA kali ini merupakan wujud nyata dari upaya pelestarian kearifan lokal seni lukis Wayang Kamasan yang digagas oleh sekolah.
“Kami melihat minat generasi muda untuk menekuni seni lukis klasik Wayang Kamasan ini mulai menurun, oleh sebab itu sebagai pendidik kami berkewajiban untuk melestarikan sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terdapat seni lukis ini,” ungkapnya.
Sentuhan inovasi baru terhadap seni lukis Wayang Kamasan wujudkan dalam bentuk variasi media lukis. Jika selama ini lukisan Wayang Kamasan lebih dominan tertuang dalam kanvas, kini SMADARA intens menuangkan dalam media lain, seperti tumbler, kipas, dan lain-lain. sug/nbc







