Tuesday, September 1, 2026
HomeBerita UtamaRektor Dwijendra: Penanaman Padi berbasis PM-AAS Dongkrak Kedaulatan Pangan Bali

Rektor Dwijendra: Penanaman Padi berbasis PM-AAS Dongkrak Kedaulatan Pangan Bali

Suasana tanam padi bersama di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung dalam acara Gerakan Tanam Padi PM-AAS. Sumber Foto: red/nbc

NARASIBALI.COM, BADUNG – Peningkatan produksi gabah dan beras di Bali senantiasa terus dilakukan oleh pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten serta kota untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta stabilitas ketahanan pangan di Bali.

Penyediaan pangan khususnya beras di Bali mengharuskan untuk peningkatan teknologi melalui inovasi baru yang dikembangkan secara nasional, yaitu Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) guna meningkatkan produktivitas seiring dengan sulitnya melakukan ekstensifikasi pertanian.

Demikian diungkapkan oleh Rektor Dwijendra, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA. saat bersama Bupati Badung pada acara Gerakan Tanam Padi di Subak Tanah Yeng, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung dalam acara Gerakan Tanam Padi PM-AAS, Sabtu, 29 Agustus 2026

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, SH. seusai memimpin penanaman padi yang diikuti oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, SP.M.Si. dan pejabat lainnya di Kabupaten Badung, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP., Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Badung selain para petani dari Subak Tanah Yeng menyebutkan bahwa pemerintah Kabupaten Badung senantiasa hadir untuk sektor pertanian, khususnya dalam peningkatan produksi padi dan memberikan perlindungan serta keberpihakan kepada para petani dan keluarganya.

Pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Pangan tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi padi (benih dan pupuk), tetapi juga pada aspek prasarana di wilayah subak seperti perbaikan jaringan irigasi dan jalan usahatani. Bahkan, Arnawa juga sangat berharap sektor pertanian juga menjadi destinasi wisata sehingga memberikan tambahan pendapatan, peningkatan kesejahteraan para petani dan keluarganya sehingga mereka bangga menjadi petani.

Peningkatan pendapatan petani ini secara langsung akan ditangai oleh pemerintah melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) sebagai offtaker dari produk gabah yang dihasilkan oleh petani yang disertai dengan kesepakatan di antara mereka.

Peningkatan produktivitas tanaman padi melalui penerapan PM-AAS secara signifikan telah ditunjukan oleh para petani di Kabupaten Jembrana setelah panen beberapa hari lalu, yaitu dengan rata-rata 12,50 ton/ha dan bahkan 15 ton/ha melalui perhitungan berdasarkan ubinan. Rai Yasa, dengan bangga menyampaikan capaian tersebut di hadapan Bupati Badung dan akan terus mengawal penerapan PM-AAS di berbagai daerah bersama-sama seluruh PPL yang bertugas di Provinsi Bali.

Menurutnya, meskipun dilakukan penambahan input pertanian, terutama pupuk kimia, pada penerapan PM-AAS ini juga disertai penambahan pupuk organik untuk tetap menjaga kesuburan tanah. Penerapan PM-AAS ini memudahkan para petani dalam penanaman karena mereka tidak perlu lagi membuat bibit yang kemudian dilakukan transplanting.

Tetapi mereka diintroduksikan penggunaan seeder dalam penanaman sehingga memerlukan waktu tanam yang lebih efisien. Analisis usahatani yang dilakukan juga telah menunjukkan adanya peningkatan pendapatan petani setelah menerapkan PM-AAS. Oleh karena itu, pihaknya senantiasa mendorong pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun pertanian pangan, khususnya padi. tha/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular

Recent Comments