Monday, September 21, 2026
HomeBerita UtamaWacana Jembatan Jawa-Bali Kembali Mencuat, Tokoh Buleleng Ngurah Arya Menolak, Dukung Pelabuhan...

Wacana Jembatan Jawa-Bali Kembali Mencuat, Tokoh Buleleng Ngurah Arya Menolak, Dukung Pelabuhan Celukan Bawang

NARASIBALI.COM, BULELENG – Pasca kejadian macet parah di Pelabuhan Ketapang sampai berita ini di tayangkan kondisi masih belum stabil. Hal ini memunculkan wacana lama perlunya ada jembatan penghubung dari Jawa ke Bali yang ramai di media sosial dan salah satu anggota dewan dari Banyuwangi juga sampai mengeluarkan statemen akan mengusulkannya sebagai solusi permasalahan tahunan macet di Pelabuhan Ketapang. 

Dari literasi yang berhasil dihimpun Narasibali.com, usulan itu bukan saja hanya wacana tapi sudah ada rancang bangun jembatan di media tahun 60-an akan tetapi mendapat penolakan dari krama Bali, tokoh dan pemimpin Bali sampai saat ini.

Hal ini berdasar aspek keyakinan, historis, sejarah dan Bali sendiri sebagai destinasi wisata kelas dunia. Salah satu tokoh Bali yang berpengaruh dari Buleleng Ketut Ngurah Arya atau familiar di sebut ARBO saat dimintai tanggapan perihal wacana jembatan Jawa Bali dan wacana Pelabuahan Jangkar Celukan Bawang sebagai solusi macet menyampaikan beberapa pandangan yang berbeda.

Di temui di kediamananya di daerah Gerokgak disela- sela menerima kunjungan masyarakat pada Minggu 20 September 2026 mengatakan pihaknya tetap menolak wacana tersebut. “Untuk Jembatan Jawa Bali pasti akan kami tolak karena bukan sebuah solusi yang tepat masih ada beberapa solusi ke depan. Bali berbeda dengan daerah lain,” tegas Ketut Ngurah Arya.

Lantas bagaimanakah tanggapannya tentang persiapan Pelabuhan Celukan Bawang yang akan digunakan untuk pelabuhan pendukung mengurai macet di Pelabuhan Ketapang, menurutnya hal ini bagus sehingga logistik yang ke Bali tidak kena macet lagi

“Dengan estimasi 3 sampai 4 jam akan memangkas waktu juga. Kami juga akan mendorong Pelabuhan Celukan Bawang agar nantinya setelah di kaji, untuk Kapal Pesiar bisa dialihkan ke Pelabuhan Buleleng,” harapnya

Kota Singaraja sendiri dari literasi yang dihimpun merupakan kota tua penuh sejarah dan dari jaman VOC sudah ada Pelabuhan Buleleng yang di gunakan dan tempatnya di jantung kota.

ARBO menegaskan bila mana ini dapat di terapkan maka turis yang memakai kapal pesiar juga akan memangkas waktu tempuh dalam menikmati destinasi wisata di Kabupaten Buleleng.

“Tentunya Pariwisata Buleleng bukan hanya Lovina, ada city tour. Jadi Pelabuhan Celukan Bawang di fokuskan untuk bongkar muat barang. Dari sisi infrastruktur dan sarana penunjang Kabupaten Buleleng sudah siap tinggal berkomunikasi dengan Forkompimda,” Ketut Ngurah Arya yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Buleleng.

Dari berbagai lapisan masyarakat yang dimintai tanggapan juga menyampaikan hal senada. Hanya beberapa poin diantaranya, lalu lintas di pelabuhan khususnya di Celukan bawang  di atur agar tidak membuat macet, ruang tunggu kendaraan dan keamanan dan kenyamanan harus di jaga. imam/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular

Recent Comments