Thursday, September 24, 2026
HomeBerita UtamaDishub Klungkung Akui PAD dari Parkir Naik 100 Persen. Sayang, Warga Soroti Jalan...

Dishub Klungkung Akui PAD dari Parkir Naik 100 Persen. Sayang, Warga Soroti Jalan Rusak

NARSIBALI.COM, SEMARAPURA – Dengan telah diberlakukannya tarif parkir motor Rp 2000 dan Mobil Rp 3000 di Kabupaten Klungkung yang mulai Efektif  diberlakukan mulai bulan  Maret 2026 yang  lalu,oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung diakui oleh Dinas Perhubungan Kanupaten Klungkung ,ada peningkatan signifikant bagi PAD Klungkung.

Walaupun tarif ini bagi Warga Klungkung harus merogoh kocek lebih dalam saat memarkir kendaraan miliknya,namun kepahitan ini harus diterima warga sebagai tanggung jawab sebagai warga negara yang baik adalah wajib melaksanakan ketentuan yang ditentukan Pemkab Klungkung ini. Sudah tentu instansi penanggung jawab Dinas Perhubungan Klungkung wajib memberikan kenyamanan dan jalan jalan yang rusak segera diperbaiki maupun rambu rambu parkir disejumlah titik dimana boleh parkir dan dimana dilarang parkir.

Bayangkan saja, tarif parkir motor yang tadinya cuma Rp1.000 mendadak kini melonjak jadi Rp2.000 naik 100 persen, Sementara untuk mobil, warga harus menyiapkan koceknya Rp3.000 sekali parkir.

Sementara itu dihubungi terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kab Klungkung, Anak Agung Gede Putra Wedana Rabu 23/9/2026, menyatakan kenaikan ini sudah melalui kajian matang bersama akademisi Unud. Tujuannya memang rada ambisius demi mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,24 Miliar di tahun 2026.

Terkait pelaksanaan parkir yang dipungut petugas parkir yang sudah ada,dia memastikan sudah berjalan dengan baik. Namun ada hal yang agak menghambat yaitu dengan adanya pergeseran kantong kantong parkir di Klungkung maupun dikawasan wisata di Nusa Penida,Lembongan dan Ceningan.

” Pelaksanaan parkir sesuai perda yang dilaksanakan disekitar 20 titik,yang jelas sudah tertata dengan baik dan sudah ada peningkatan,” ungkapnya.

Sementara ini untuk pungutan parkir di pasar pasar diseputaran Klungkung menurut dia, kita berkolaborasi bertiga dengan instansi terkait seperti Disperindag dan Satpol PP itu sudah sangat bagus.

“Kita akui ada pergeseran  lahan parkir dikota karena ada pusat ekonomi yang bergeser seperti Cahaya Melati sehingga mulai berkurang karena banyak swalayan mini  ,karena kita uji petik dimana kita fokuskan agar efisien dimana potensi yang besar kita tungguin,” ujarnya

Sedangkan pungutan di area wisata seperti di Nusa Penida  ada yang dikelola perseorangan ,karena itu yang  mungut dari desa adat seperti  Batununggul ,intinya untuk peningkatan pendapatan PAD Klungkung,jelasnya.

Namun realita dilapangan  apakah adil mengejar target miliaran rupiah dengan menaikkan beban tarif parkir di saat ekonomi sedang tidak baik-baik saja? Hal itu dikeluhkan salah seorang warga yang sempat mengeluhkan hal tersebut,seperti disampaikan oleh Dewa  Oka, salah satu pengguna jalan, langsung melontarkan keluhannya. Dia minta prasarana jalan yang masih banyak berlobang agar pemerintah benahi dulu.

” Bagi saya, kenaikan dua kali lipat untuk motor itu sangat terasa bagi masyarakat kecil. Banyak warga kini bertanya-tanya.Jika tarif naik, apakah pelayanan parkir dan keamanan kendaraan juga akan meningkat, atau justru tetap sama saja?Jangan sampai tarifnya sudah “naik kelas”, tapi pengaturan parkir di lapangan masih semrawut,” pungkasnya. roni/nbc

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -




Most Popular

Recent Comments