NARASIBALI.COM, DENPASAR – Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, bukan menunggu kebijakan atau tindakan pihak lain. “Kita tidak pakai plastik, tidak pakai botol sekali pakai. Kita mulai dari diri-sendiri. Jangan menunggu, tapi jadilah contoh,” demikian ditegaskan Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Bali I Gusti Ayu Mas Seri Lestari Prihatini disela-sela bakti sosial bersih sampah di Pantai Segara Ayu, Sanur, Sabtu (25/4/2026).
I Gusti Ayu Mas Seri Lestari P yang akrab dipanggil Gek Rani ini mengatakan saat ini pemerintah sedang fokus menjaga lingkungan terutama pengelolaan sampah menuju Bali bersih atau hijau, Perempuan haryus mengambil peran didalamnya. Peran Perempuan ini p[enting guna mendorong perubahan perilaku masyarakat lewat aksi bersih pantai dan kampanye hidup minim sampah.
Ketua KPPG Bali I Gusti Ayu Mas Seri Lestari P. mengatakan sebagai wujud kepedulian pada lingkungan dan sosial, KPPG Bali melakukan aksi bersih pantai di Segara Ayu, Sanur serta menyalurkan 50 paket sembako, masing-masing 10 paket untuk pedagang lumpia di kawasan pantai dan 40 paket untuk penyandang disabilitas di Panti Bunga Bali Foundation, Ketewel.
Gek Rani didampingi Bendahara KPPG Bali Bella Berlian sekaligus ketua panitia menambahkan kegiatan ini merupakan refleksi nilai-nilai Kartini yang tidak hanya berbicara soal emansipasi, tetapi juga kepedulian sosial dan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari. “Ini bentuk kasih sayang seorang ibu. Kartini masa kini adalah perempuan yang peduli, yang hadir dan memberi manfaat,” katanya.
Tak hanya membersihkan, mereka juga menyerahkan tong sampah kepada pengelola pantai sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengelolaan sampah. Namun, pesan utama kegiatan ini bukan sekadar membersihkan pantai sesaat. KPPG Bali menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah, dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Dalam aksi tersebut, seluruh peserta tidak menggunakan plastik sekali pakai. Mereka membawa tumbler dan memanfaatkan galon air sebagai alternatif. Langkah ini sekaligus menjadi edukasi langsung kepada masyarakat dan pengunjung pantai.
Gek Rani yang juga notaris dan PPAT ini menegaskan aksi bersih sampah pantai merupakan wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan bagian dari gerakan menjaga alam Bali. Apalagi kata dia, saat ini isu sampah menjadi isu liar dan krusial. “Tidak perlu tunggu, tak perlu saling menyalahkan. Ayo lakukan yang bisa kita lakukan untuk bersihkan alam Bali,” tegasnya.
Bakti sosial dan bersih pantai ini serangkaian peringatan Hari Kartini 21 April 2026 melibatkan kader KPPG Kota Denpasar, KPPG Kabupaten Badung dan organisasi Perempuan Partai Golkar lainnya seperti Al Hidayah dan Himpunan Wanita Karya (HWK) dan Ikatan Istri Partai Golkar.
“Aksi sosial ini bukan latah dan ikut-ikutan urusan bersih lingkungan. Ini kesadaran diri sendiri sekaligus mendukung program pemerintah mewujudkan Bali bebas sampah platik dan lingkungan hijau. Kita tidak perlu menunggu, tak perlu saling menyalahkan. Ayo lakukan yang bisa kita lakukan untuk bersihkan alam Bali,” harap tegas Gek Rani yang mengaku akan melakukan program serupa secara berkelanjutan. supartha/nbc





